SOSOK Fannie Asal Bawu Batealit yang Raih Medali di Dubai, Kini Incar Emas Peparprov Jateng

SOSOK Fannie Asal Bawu Batealit yang Raih Medali di Dubai, Kini Incar Emas Peparprov Jateng
SOSOK Fannie Asal Bawu Batealit yang Raih Medali di Dubai, Kini Incar Emas Peparprov Jateng

SOSOK Fannie Asal Bawu Batealit yang Raih Medali di Dubai, Kini Incar Emas Peparprov Jateng

HALO JEPARA- Fannie Alicha Elisaveta menargetkan medali emas di Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah V 2026. Atlet para-bulu tangkis asal Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Jepara, itu bukan tanpa modal. Pada Asian Youth Para Games 2025 di Dubai, ia membawa pulang perunggu.

“Targetnya emas,” kata Fannie ketika ditemui usai seremoni pelepasan kontingen di Pendopo Kartini Jepara, Sabtu (10/10/2026) malam.

Demi target itu, Fannie menjalani latihan berat. Ia mengikuti program Jangka Panjang Atlet Potensial (PJPAP) National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah di Solo, berlatih setiap Senin sampai Sabtu.

Sekolahnya tetap ia jalani. Fannie mendapat dispensasi hingga pukul 12.00, agar bisa membagi waktu antara belajar dan latihan.

“Untuk sekolahnya itu tetap sekolah, cuman dikasih dispensasi sampai jam 12.00,” ujarnya.

Ketua NPCI Kabupaten Jepara Asrori menyebut Fannie sebagai salah satu atlet unggulan, khususnya di cabor parabulu tangkis. Namun, ia mengungkap kendala yang jarang diketahui publik, yakni aksesibilitas.

“Yang paling berat ya karena kita paralimpik itu di aksesibilitas. Karena atlet seperti tunanetra, tunagrahita itu kan tidak bisa berangkat sendiri,” kata Asrori.

Menurut dia, atlet paralimpik membutuhkan dukungan keluarga atau orang terdekat untuk antar berlatih. Latihan rutin berlangsung pukul 14.00 sampai 16.00. “Jadi harus ada orang terdekat yang mengantarkan untuk kontinu latihan,” ujarnya.

Asrori menyebut aturan Peparprov membatasi setiap atlet unggulan tampil di satu nomor. Ia menilai ketentuan itu berpengaruh pada peluang tambahan medali kontingen Jepara.

“Padahal kalau kita bisa lebih dua nomor atau tiga nomor, ya kita mungkin bisa lebih banyak,” tuturnya.

Pada Peparprov Jateng sebelumnya, di Pati, Jepara berada di posisi sebelas dengan empat emas. Tahun ini, NPCI Jepara menargetkan masuk sepuluh besar dengan tujuh emas. Fannie menjadi bagian dari 16 atlet yang diberangkatkan ke Surakarta.

Ketua Kontingen Jepara Ary Bachtiar menyampaikan, kontingen Peparprov Jepara berjumlah 26 orang, meliputi 16 atlet, lima pelatih, dan lima ofisial. Mereka akan bertanding di 16 nomor pada Peparprov V di Kota Surakarta, 22–26 November 2026.

Kontingen Porprov Jepara, lanjut dia, berjumlah 367 orang, meliputi 262 atlet, 65 pelatih, dan 40 ofisial. Mereka akan bertanding di 225 nomor dari 40 cabor. Porprov Jateng XVII berlangsung 25–31 Oktober 2026 di Semarang Raya, dengan tambahan lokasi di Kabupaten Blora dan Kota Surakarta.

Menurut Ary, target 50 medali emas ditetapkan berdasarkan monitoring dan evaluasi tim KONI Jepara. Persiapan telah melalui Pusat Pelatihan Kabupaten selama tiga bulan, dan pelatihan terpusat (training center) selama 17 hari.

Ketua KONI Kabupaten Jepara Miftah Arifin menegaskan kesiapan jajarannya mengawal perjuangan para atlet. Menurut dia, seluruh atlet yang diberangkatkan telah melalui proses persiapan dan evaluasi.

“Kami optimistis kontingen Jepara mampu bersaing dan berjuang meraih target 50 medali emas,” ujarnya.

Ia menyebut capaian medali bukan satu-satunya perhatian. Para atlet, kata dia, juga diharapkan mengharumkan nama Kabupaten Jepara.

“Kami ingin para atlet tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Jepara melalui prestasi dan sportivitas,” imbuhnya.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyebut Jepara menargetkan posisi keempat pada Porprov tahun ini. Ia menyampaikan rencana pemberian bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali emas sesuai target kontingen. “Kalau bisa tercapai, kita upayakan naik,” ujarnya.

Besaran kenaikannya, kata dia, masih akan dihitung bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah, dan dibahas dengan pimpinan DPRD. Hal itu disampaikan harapannya bisa menjadi bekal motivasi.

Di samping itu, Bupati Witiarso meminta para ketua cabang olahraga dapat mendampingi atlet. Ia mengingatkan agar target yang telah ditetapkan tidak meleset, khususnya untuk emas.

Pemerintah Kabupaten Jepara, ujarnya, akan terus mendukung perjuangan para atlet.

Dukungan juga datang dari Polres Jepara. Kapolres AKBP Keris Aji Wibisono menyatakan akan memberikan surat izin mengemudi gratis kepada atlet yang meraih medali emas, perak, maupun perunggu di Porprov Jateng. (*)

Exit mobile version