Anti Rabies, Ratusan Kucing Liar di Karimunjawa Disasar Ramah Hewan

Anti Rabies, Ratusan Kucing Liar di Karimunjawa Disasar Ramah Hewan
Anti Rabies, Ratusan Kucing Liar di Karimunjawa Disasar Ramah Hewan

Anti Rabies, Ratusan Kucing Liar di Karimunjawa Disasar Ramah Hewan

HALO JEPARA– Upaya mewujudkan Karimunjawa sebagai destinasi wisata yang bersih, sehat, nyaman, dan ramah lingkungan terus diperkuat.

Salah satunya melalui program Trap-Neuter-Return (TNR) atau Tangkap-Sterilkan-Kembalikan yang dilaksanakan Let’s Adopt Indonesia pada 30 Oktober hingga 1 November 2026, berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Kecamatan Karimunjawa.

Hingga Minggu (1/11/2026) pukul 15.00 WIB, sebanyak 229 ekor kucing berhasil disterilkan. Kegiatan ini melibatkan dua dokter hewan dan 19 relawan dari tim Jakarta dan Semarang, dengan penanggung jawab kegiatan Carolina Fajar selaku Head of Operations Let’s Adopt Indonesia.

Melalui metode TNR, kucing ditangkap secara aman, kemudian mendapatkan tindakan sterilisasi, vaksinasi rabies, serta pengobatan sesuai kebutuhan.

Setelah menjalani perawatan dan dinyatakan pulih, kucing akan dikembalikan ke lokasi asalnya. Langkah ini bertujuan mengendalikan perkembangbiakan kucing liar sekaligus meningkatkan kesejahteraan hewan.

Lebih dari sekadar pengendalian populasi, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pariwisata berkelanjutan di Karimunjawa.

Pengelolaan populasi hewan terlantar dan peningkatan kesehatan hewan dapat membantu menciptakan lingkungan kawasan wisata yang lebih tertata dan nyaman.

Hal ini turut memperkuat citra Karimunjawa sebagai destinasi yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan hewan.

Camat Karimunjawa, Nuril Abdillah, menyampaikan bahwa menjaga daya tarik pariwisata perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap seluruh aspek lingkungan.

“Kami ingin Karimunjawa tidak hanya dikenal karena keindahan pantai dan alam bawah lautnya, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang bersih, sehat, nyaman, dan peduli terhadap kesejahteraan hewan,”

“Melalui program TNR ini, kami berharap pengendalian populasi kucing dapat dilakukan secara humanis serta memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan pengembangan pariwisata Karimunjawa,” ungkap Nuril Abdillah.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan pendanaan sterilisasi dari Fondation Brigitte Bardot, yayasan asal Prancis yang bergerak dalam perlindungan hewan.

Dukungan lainnya datang dari Amandalay Hotel & Villas dan Ayu Hotel Karimunjawa berupa fasilitas akomodasi, serta Pet Ministry Semarang yang menyumbangkan lima sak makanan kering (dry food) dan obat-obatan untuk kucing.

Kolaborasi pemerintah daerah, organisasi perlindungan hewan, tenaga medis, relawan, dan pelaku usaha ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga kualitas lingkungan Karimunjawa.

Dengan demikian, keindahan alam sebagai daya tarik wisata dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kesejahteraan seluruh makhluk hidup. (*)

Exit mobile version