HALO JEPARA– Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jepara, Sabtu (19/04/2025).
Setibanya di Pendopo Kabupaten Jepara, tempat bersejarah yang pernah ditinggali oleh Raden Ajeng Kartini selama lebih dari dua dekade, Wamen Giring meninjau beberapa area bersejarah.
Beberapa di antaranya seperti Pringgitan, Kamar Pingit yang menjadi saksi lahirnya pemikiran emansipasi dan nasionalisme Kartini. Lalu Serambi Belakang yang dulunya pernah digunakan untuk sekolah perempuan rintisan Kartini, Gedung Pesanggrahan hingga kamar RA Ngasirah yang merupakan ibu kandung Kartini.
Lokasi-lokasi tersebut menyimpan nilai historis yang kuat dan menjadi saksi perjalanan tokoh besar bangsa, RA Kartini.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan tersebut.
“Ini bukan sekadar kunjungan simbolis, tetapi menjadi penegas bahwa kebudayaan adalah akar yang memperkuat langkah bangsa Indonesia. Dan Jepara mengambil peran strategis dalam konteks tersebut,” tuturnya.
Ia juga menegaskan komitmen daerah dalam pelestarian budaya melalui visi pembangunan: Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius. Dimana “Lestari” dimaknai sebagai dedikasi menjaga warisan budaya, seperti seni ukir, industri furnitur, dan nilai-nilai luhur turun-temurun.
Beberapa program unggulan yang telah dan akan dijalankan antara lain yakni Festival Ukir Internasional sebagai panggung seni ukir Jepara di kancah global, Museum Ukir Nusantara yang interaktif dan edukatif, Kawasan Ekonomi Kreatif sebagai ekosistem budaya lintas sektor.
Selain itu, revitalisasi warisan budaya meliputi situs makam Ratu Kalinyamat, Benteng Portugis, dan pelestarian Warisan Budaya Benda (WBB) maupun Tak Benda (WBTB).
Dalam sambutannya, Wamen Giring memberikan apresiasi tinggi terhadap pelestarian budaya di Jepara, khususnya terhadap seni ukir yang telah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan dasar hingga menengah.
“Saya rasa Jepara sudah luar biasa. Anak-anak sejak kecil sudah belajar memahat di tengah era serba instan, mereka tetap happy menenun hingga mengukir. Karena kebudayaan tidak jauh dari rasa dan hati,” ujar Giring.
Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan budaya di tengah arus deras informasi dan teknologi. “Ketahanan budaya adalah simbol kekuatan bangsa dan negara. Dan Jepara telah memberi contoh yang inspiratif,” pungkasnya.












