HALO JEPARA- Jemaah Masjid Asyroful Hufadz yang beralamat di Jl. Shima RT 02 RW 03 Desa Mulyoharjo Jepara menggelar family gathering di Pantai Pailus Karanggondang Mlonggo Jepara, Minggu (29/6).
Kegiatan wisata keluarga jemaah merupakan agenda rutin tahunan yang digagas oleh takmir masjid yang berada di kompleks Sekolah Tahfidz Tingkat Dasar (STTD) Anak Sholeh di bawah naungan Yayasan Imam Syafii Jepara.
Family gathering ini dilaksanakan secara santai dengan menggelar tikar di bibir pantai. Suasananya santai, hangat dan penuh kekeluargaan. Sesekali terdengar gurauan ringan di sela-sela diskusi dan perbincangan para jemaah.
Suasana kian gayeng seiring kegiatan makan bersama. Anak-anak juga bisa menikmati keindahan alam dan mandi di laut dengan diawasi orang tua masing-masing.
Ketua Takmir Masjid Asyroful Hufadz H. Sudarman menyampaikan selain memperkuat ukhuwah Islamiyah khususnya di kalangan jemaah masjid beserta keluarganya, family gathering ini juga sekaligus untuk menunjukkan jika kegiatan masjid tidak monoton hanya berkutat pada kajian keagamaan.
Namun juga bisa diisi dengan interaksi dengan masyarakat tadabur alam dengan cara mensyukuri nikmat dan karunia Sang Maha Pencipta.
“Hal seperti ini juga bisa menjadi sarana dakwah yang humanis dan penuh keakraban,” ujarnya.
Direncanakan, Yayasan Imam Syafii Jepara yang berlokasi di belakang sub terminal lama Mulyoharjo akan menggelar kegiatan pengajian umum dengan pembicara KH. Fikri Haikal. Putra dai sejuta umat almarhum KH. Zainuddin MZ itu dijadwalkan hadir pada 5 Juli 2025.
“Semoga pengajian umum dengan dai dari Jakarta itu bisa dihadiri seluruh jemaah masjid maupun kaum muslimin di Jepara dan sekitarnya,” harapnya.
Sementara itu, Ustadz Sholihul Hadi Alhafidz dalam tausiah singkatnya berpesan bahwasanya kaum muslimin ibarat sebuah bangunan yang tiap bagiannya seperti pilar yang saling menopang. Sebuah bangunan bisa menjadi kokoh jika antar bagian bangunan saling menguatkan dan tidak terpecah-pecah.
Menurutnya, kegiatan family gathering penting karena tak hanya sekadar sarana hiburan saat musim liburan, namun juga bisa menjadi momentum untuk saling muhasabah dan memperkuat jalinan silaturahmi antar sesama.
“Mari kita terus pupuk dan perkuat ukhuwah Islamiyah,” tandas tenaga pendidik di STTD Anak Sholeh tersebut. (*)






