Bank Sampah di Jepara Diperluas ke Tiap Kecamatan, Kurangi Beban TPA
HALO JEPARA- Pengelolaan sampah menjadi perhatian dalam peringatan ke-54 Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Kabupaten Jepara. TP PKK Jepara mendorong bank sampah tersedia di setiap kecamatan.
Ketua TP PKK Kabupaten Jepara Laila Saidah Witiarso mengatakan bank sampah merupakan salah satu inovasi PKK bidang lingkungan. Program tersebut dikembangkan untuk membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah. “Kita menggerakkan setiap kecamatan harus ada bank sampahnya,” kata Ella sapaan akrabnya, dalam peringatan HKG PKK di Pendopo Kartini Jepara, Senin (10/8/2026).
Menurut dia, sampah yang masih bernilai jual dapat dikelola melalui bank sampah. Pengelolaan itu sekaligus mengenalkan manfaat ekonomi sampah kepada masyarakat.
Selain bank sampah, TP PKK Jepara mengembangkan sejumlah inovasi lainnya. Di antaranya Caping PKK, Pojok Pelangi Kartini, dan PKK Sahabat Keluarga.
Ella mengatakan Caping PKK memberikan pendampingan administrasi kependudukan. Kader membantu masyarakat memperoleh informasi dan dokumen kependudukan.
Pojok Pelangi Kartini menjadi ruang bagi anak untuk belajar, membaca, bermain, dan berimajinasi. Fasilitas tersebut diresmikan dalam rangkaian HKG PKK ke-54.
Sementara itu, PKK Sahabat Keluarga mendampingi keluarga yang menghadapi persoalan sosial. Program tersebut juga menyasar keluarga dengan kerentanan ekonomi serta persoalan perempuan dan anak.
Dorongan memperluas bank sampah sejalan dengan pesan Bupati Jepara Witiarso Utomo. Dalam sambutannya, ia meminta kader PKK menggerakkan pemilahan sampah sejak dari rumah.
Sampah yang masih bernilai jual, kata dia, tidak semestinya berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA). “TPA hampir setiap hari membuang sampah itu 150 ton,” kata Mas Wiwit dalam sambutannya.
Menurut dia, sampah yang masuk TPA semestinya hanya berupa residu. Sampah bernilai jual dapat dipilah dan dikelola sejak dari rumah. “Yang dibawa ke TPA itu hanya residu, hal-hal yang memang sudah tidak laku dan tidak layak untuk diapakan,” ujarnya.
Mas Wiwit juga meminta jajarannya menyiapkan mekanisme pengambilan sampah dari masyarakat. Pengepul atau pembeli sampah dapat dilibatkan dalam mekanisme tersebut.
Menurut dia, kepastian pembelian penting untuk mendorong masyarakat memilah sampah. Hasil penjualan juga dapat menjadi tambahan pendapatan keluarga.
Mengenai pengelolaan TPA, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara Rini Patmini mengatakan volume sampah yang masuk bersifat fluktuatif. “Fluktuatif, untuk sampah yang masuk di TPA. Itu rata-rata 150 ton yang masuk ke lahan uruk (landfill) TPA,” kata Rini saat dihubungi pewarta melalui aplikasi pesan singkat.
Berdasarkan data DLH, jumlah sampah yang masuk TPA tercatat 165,02 ton per hari. Sebanyak 156,52 ton per hari di antaranya masuk ke _landfill_.
Sebanyak 2,5 ton per hari masuk pengolahan organik atau kompos. Sementara 6 ton per hari merupakan hasil pemulungan.
Data DLH juga mencatat 166 bank sampah unit (BSU) pada 2026. Sebanyak 62 unit berstatus aktif dan 104 unit tidak aktif.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025. Saat itu terdapat 163 BSU, dengan 56 unit aktif dan 107 unit tidak aktif.
*Rangkaian HKG Berlanjut*
Ketua panitia HKG PKK Syahnez Danniar Yusuf, atau Inez Hajar, mengatakan kegiatan hari pertama diikuti sekitar 250 peserta. Peserta berasal dari TP PKK kabupaten, kecamatan, dan organisasi perempuan.
Rangkaian kegiatan mencakup penyerahan hadiah sejumlah lomba. Panitia juga memberikan apresiasi kepada 10 kader PKK dengan masa pengabdian 20 tahun atau lebih.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan gelar wicara (talk show). Sesi pertama menghadirkan AKBP (Purn) Theresia Mastail sebagai narasumber.
Pembahasan berfokus pada peran ibu dan keluarga dalam mencegah kenakalan remaja. Materi juga mencakup pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penularan HIV.
Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Dewi Motik Pramono, M.Si. _Talk show_ tersebut mengangkat tema “Berkarya Nyata Sampai Akhir Masa”.
Rangkaian HKG PKK berlanjut di Pantai Bandengan pada Selasa (11/8/2026). Agendanya meliputi apel pagi, senam bersama, bersih pantai, dan penanaman pohon. Peserta juga mengikuti sosialisasi kesiapsiagaan bencana dan sejumlah lomba. (*)

































