Petani 12 Kecamatan di Jepara Terima Alsintan Rp 7,7 Miliar, Dukung Progam Ketahanan Pangan Presiden Prabowo
HALO JEPARA –Puluhan kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) di Kabupaten Jepara menerima bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dari pemerintah pusat, Selasa (13/01/2026).
Bantuan tersebut menjadi upaya strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan sekaligus memperkuat ketahanan pangan yang merupakan salah satu progam andalan Presiden Prabowo Subianto.
Bantuan alsintan aspirasi dari Fraksi Partai Gerindra bersama Pemkab Jepara dari Wakil Menteri Pertanian RI, Dr. Sudaryono, B.Eng., MM., MB ini diserahkan oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo.
Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Ketua DPRD Jepara yang sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Arizal Wahyu Hidayat, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jepara Khoirul Anam, Ketua Komisi B DPRD Jepara Purwanto dan sejumlah wakil rakyat dari Partai Gerindra dan berbagai elemen lainnya.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan ada 34 kelompok tani, gapoktan, dan UPJA di 12 kecamatan menerima bantuan alsintan tahun ini. Alsintan yang diserahkan meliputi 5 unit traktor roda dua, 5 unit pompa air, 14 unit traktor roda empat, 7 unit traktor crawler, serta 3 unit combine harvester dengan total nilai mencapai Rp 7,7 miliar.
“Saya berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan produksi pertanian di Jepara,” ujar Bupati.
Bupati juga menyinggung kondisi curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir dan genangan di beberapa wilayah, termasuk lahan pertanian. Pemerintah Kabupaten Jepara, bersama perangkat daerah, instansi vertikal, dan seluruh stakeholder, terus melakukan langkah strategis dan penanganan bencana secara holistik dari aspek sosial, ekonomi, hingga lingkungan.
Kepada para penerima bantuan, Bupati berpesan agar alsintan dimanfaatkan untuk mempercepat olah tanah dan panen pasca banjir, sehingga kerugian petani dapat diminimalkan.
Pompa air juga diharapkan digunakan untuk mengatasi genangan dan menjaga irigasi, serta pemanfaatan alsintan dilakukan secara bergiliran agar memberi manfaat luas bagi petani.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jepara Khoirul Anam mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemkab Jepara agar progam ketahanan pangan di Kota Ukir berjalan maksimal sesuai yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Ia optimistis upaya mekanisasi sektor pertanian ini akan berimbas positif untuk menyokong ketahanan pangan di Jepara bahkan Jateng.
Menurut Anam, jika awalnya dilakukan secara manual dan sekarang pakai mesin maka mestinya yang semula IP 100 bisa naik jadi 200. Jika semula IP 200 bisa jadi 300 dan seterusnya.
“Bantuan alsintan ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat progam ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua UPJA Kecamatan Tahunan, Rifa’i, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan traktor crawler yang diterima pihaknya. Alsintan ini akan difungsikan pada masa tanam kedua karena masa tanam pertama telah selesai.
“Alhamdulillah bantuan ini sangat membantu pertanian kami. Traktor ini akan mendukung pengolahan lahan seluas 124 hektare, hampir seluruhnya tanaman padi,” ujarnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara, Mundhofir, menuturkan tahun ini terjadi peningkatan signifikan bantuan alsintan bagi petani.
“Tahun ini naik 1000 persen bantuannya. Ini tahun berkah untuk Jepara,” jelasnya.
Ia menambahkan, penerima bantuan alsintan harus memenuhi persyaratan sesuai juknis, terdaftar dalam database Kementerian Pertanian, memiliki kesesuaian lahan minimal 50 hingga 100 hektare, serta mampu mendukung peningkatan produksi pangan khususnya padi.
DKPP Jepara juga tengah memetakan kembali usulan bantuan tahun 2026 seiring pembaruan data lahan pertanian, terutama di wilayah sentra padi.
“Pemkab Jepara berharap bantuan ini menjadi dorongan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan daerah, dengan tetap mengedepankan gotong royong, kewaspadaan bencana, dan kepedulian terhadap lingkungan,” tandasnya. (*)












