SOSOK Paskibraka Pembawa Baki dan Pembentang Bendera HUT ke-81 RI, Bupati Tekankan Pesan Ini

Sosok Paskibraka Jepara
Sosok Paskibraka Jepara

SOSOK Paskibraka Pembawa Baki dan Pembentang Bendera HUT ke-81 RI, Bupati Tekankan Pesan Ini

HALO  JEPARA- Sebanyak 28 pelajar SMA/Sederajat menjadi petugas Paskibraka saat upacara HUT ke-81 RI yang digelar di Alun-alun Jepara, Senin (17/8).

Upacara bendera ini dipimpin Bupati Jepara Witiarso Utomo dan diikuti Forkopimda serta berbagai elemen mulai dari pelajar, perwakilan ornas keagamaan, tokoh masyarakat, ketua partai politik, serikat pekerja, organisasi kepemudaan dan lainnya. Kehadiran berbagai elemen masyarakat itu menunjukkan semangat kebersamaan dalam memperingati hari kemerdekaan.

Upacara HUT ke-81 RI di Jepara berlangsung dengan khidmat. Hal itu tak terlepas dari aksi 28 Paskibraka Kabupaten Jepara yang menjalani tahapan demi tahapan upacara dengan sempurna.

Salah satu Paskibraka yang menjadi perhatian adalah Alysia Zerlina A. (16). Pelajar SMA Negeri 1 Bangsri itu dipercaya menjadi pembawa baki pada pengibaran bendera HUT ke-81 RI.

Alysia mengaku lega lantaran bisa menjalankan tugas dengan maksimal. Menurutnya hal itu tidak terlepas dari latihan serius sesuai instruksi pelatih Paskibraka Kabupaten Jepara.

LIHAT JUGA :  200 Ton Sampah Diangkut dari Pantai, Gerakan Jepara Bersih Semarak

“Saat latihan kita harus disiplin, terus mengulang berbagai gerakan agar mampu menjalankan tugas secara konsisten. Alhamdulillah lancar, bisa fokus,,” kata pelajar asal Desa Jinggotan, Kembang ini.

Selain Alysia, ada juga Devan Putra L (15), yang menjadi petugas pembentang bendera. Pelajar asal SMA Negeri 1 Donorojo ini bersama dua Paskibraka lainnya juga berhasil menjalankan tugasnya dengan maksimal.

“Terimakasih kepada para instruktur. Menjadi Paskibraka ini pengalaman berharga yang membentuk saya menjadi pribadi yang positif,” ujarnya.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menilai antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan tahun ini sangat luar biasa. Menurutnya, semangat tersebut menjadi tanda kuatnya persatuan masyarakat Jepara.

Menurutnya, momentum HUT Kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Lebih dari itu, peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

LIHAT JUGA :  Jadwal Seleksi Kompetensi Bidang CPNS 2024, Cek Nama Peserta Lolos Lewat Cara Ini

Witiarso mengatakan, setelah momentum HUT ke-81 RI, Pemkab Jepara menargetkan adanya peningkatan kualitas pelayanan publik. Hal itu dilakukan agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin meningkat.

“Target setelah HUT ini meningkatkan pelayanan sehingga kepercayaan masyarakat meningkat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar karena mendapat kepercayaan dari masyarakat. Karena itu, setiap program dan kebijakan yang dijalankan harus mendapat dukungan serta melibatkan masyarakat.

“Kami selaku Pemerintah Kabupaten Jepara dipercaya masyarakat, sehingga apa yang dilakukan harus mendapat dukungan penuh masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Jepara juga memberikan penghargaan kepada desa-desa yang dinilai berprestasi. Penghargaan itu diharapkan dapat menjadi pemacu bagi pemerintah desa untuk terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas dalam membangun wilayahnya.

Witiarso mendorong desa-desa di Jepara agar terus menciptakan berbagai terobosan sekaligus menjaga kekompakan di tengah masyarakat.

“Kita memberikan penghargaan kepada desa-desa yang berprestasi. Kita dorong untuk kreativitas dan menjaga kekompakan desa,” tuturnya.

LIHAT JUGA :  FIX, Sekolah Rakyat Permanen di Jateng Dibuka 31 Juli 2026

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Jepara untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif. Menurutnya, menjaga kemerdekaan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.

“Pesan saya untuk masyarakat, selalu kompak. Jaga kemerdekaan dengan kegiatan yang positif. Jaga persatuan dan kesatuan sehingga Indonesia tetap tegak dalam kemerdekaan,” pungkas Witiarso. (*)