Ini Agenda HUT RI dan Jateng ke-80 di Jepara, Forkompinda dan Masyarakat Komitmen Jaga Kondusivitas Daerah

Ini Agenda HUT RI dan Jateng ke-80 di Jepara, Forkompinda dan Masyarakat Komitmen Jaga Kondusivitas Daerah
Ini Agenda HUT RI dan Jateng ke-80 di Jepara, Forkompinda dan Masyarakat Komitmen Jaga Kondusivitas Daerah

Ini Agenda HUT RI dan Jateng ke-80 di Jepara, Forkompinda dan Masyarakat Komitmen Jaga Kondusivitas Daerah

HALO JEPARA – Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan HUT RI dan Provinsi Jawa Tengah ke-80 yang digelar di Kabupaten Jepara. Situasi yang kondusif penting agar berbagai event mulai dari parade seni dan budaya hingga pemecahan Rekor MURI untuk memeriahkan peringatan HUT RI dan Jateng ke-80 itu bisa berjalan lancar.

Terkait hal itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jepara menggelar rapat koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat (tomas), tokoh agama (toga), dan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Gedung Shima, Jumat (15/8/2025).

Diketahui, sejumlah agenda besar yang akan digelar untuk memeriahkan perayaan tersebut di Jepara.

LIHAT JUGA :  Bikin Haru, 26 Warga Pakisaji dan Mlonggo Terima Bantuan Produktif BAZNAS Jepara

Rinciannya, 19 Agustus 2025 dimeriahkan penampilan grup musik NDX AKA pukul 20.00 WIB. Agenda berlanjut pada 23 Agustus dengan Jepara Art Carnival pukul 13.00 WIB, kemudian pada 24 Agustus akan digelar Fun Walk pukul 06.00 WIB, pemecahan Rekor MURI 10.000 mangkok soto pukul 08.00 WIB, serta Festival 3.000 mangkok bakso di jam yang sama.

Puluhan kepala daerah beserta wakilnya dari seluruh wilayah Jawa Tengah juga dipastikan hadir di Jepara. Mereka juga akan ikut mempromosikan wisata Karimunjawa yang menjadi salah satu destinasi andalan Jawa Tengah.

Selain itu, laga Liga 1 antara Persijap vs Persib Bandung juga akan digelar 19 Agustus 2025 di Stadion GBK Jepara. Big match ini digadang-gadang juga turut memeriahkan Agustusan di Kota Ukir.

LIHAT JUGA :  Dua UMKM Desa Dongos Ini Bikin Kepincut Bupati, Dorong Sinergi Perkuat UMKM dan Ekonomi Lokal

Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan bahwa ruang dialog harus diutamakan demi menjaga stabilitas daerah. Selain itu, pemerintah daerah akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengambilan kebijakan publik.

“Seperti partisipasi publik dan inklusivitas, kearifan lokal dan sensitivitas budaya, transparansi dan komunikasi terbuka, koordinasi terpadu lintas sektor, serta proporsionalitas dan keadilan. Keterlibatan seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, dan dunia usaha sangat penting untuk menciptakan situasi kondusif yang mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jepara masih terjaga berkat kerja sama seluruh elemen.

“Kamtibmas itu mahal harganya. Menjaga keamanan tidak bisa hanya dilakukan oleh Polri saja, tapi perlu peran bersama seluruh masyarakat,” tegasnya.

LIHAT JUGA :  Penampakan Batik Wuni dan Kura-kura yang Simple Look ala Edy Marwoto, Diganjar Busana Terbaik Lomba Fashion Show Hari Ibu

Senada, Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi menekankan pentingnya kepemimpinan yang responsif. “Tipe kepemimpinan modern harus fast respon. Kita tidak boleh abai sedikit pun terhadap perkembangan di wilayah, baik skala daerah, nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna menambahkan bahwa komunikasi yang luas dan terbuka adalah kunci keharmonisan.

“Memang semua aspirasi tidak bisa terpenuhi, tetapi semua persoalan bisa dicarikan solusi,” ungkapnya.

Rakor ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid untuk memastikan rangkaian perayaan besar di Jepara berjalan aman, lancar, dan penuh kegembiraan bagi seluruh masyarakat. (*)