Mahasiswa Unisnu KKN di Sumosari, Garap Progam Kolaborasi, Edukasi Hingga Penulisan Tokoh NU Lokal
HALO JEPARA- Rintik hujan yang turun sejak pagi menyelimuti Desa Sumosari, Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara namun tak menjadi penghalang bagi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk memastikan pengabdian mahasiswa tetap berjalan optimal.
Meski cuaca kurang bersahabat, namun Khoirul Muslimin tetap menyambangi Dukuh Kedawung Desa Sumosari untuk memantau langsung pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), sekaligus memastikan seluruh rencana kegiatan terlaksana sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Khoirul Muslimin selaku DPL melakukan koordinasi langsung dengan sejumlah peserta KKN di posko. Dalam kesempatan tersebut, ia memastikan kelengkapan administrasi telah disiapkan dengan baik, seperti buku tamu, log book kehadiran DPL, struktur organisasi, serta penyusunan program-program kolaboratif yang berbasis mitra.
Khoirul Muslimin menekankan pentingnya pelaksanaan luaran program mitra sejak awal kegiatan KKN. Hal ini, menurutnya, merupakan kewajiban yang harus diselesaikan oleh mahasiswa.
“Luaran program mitra harus dipastikan dilaksanakan sejak awal karena menjadi kewajiban yang harus diselesaikan. Misalnya luaran IRT, pemasaran, hingga pembuatan titik lokasi melalui Google Maps. Harus jelas siapa yang menjadi PIC IRT dan bagaimana pengelolaan manajemen pemasarannya,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (16/1/25).
Ia juga menambahkan seluruh program kerja yang bersifat kolaboratif harus dirancang dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, terutama di tengah musim hujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Program yang dijalankan diharapkan mudah dijangkau serta memberikan dampak manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap program kerja yang dilaksanakan disesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki mahasiswa sesuai dengan program studinya masing-masing,” pungkasnya.
Menurut Khoirul, KKN tidak hanya berfokus pada penyelesaian program kerja, tetapi juga harus diwujudkan melalui pengabdian aktif kepada masyarakat. Mahasiswa didorong terlibat dalam kegiatan edukatif, seperti mengajar mengaji bagi anak-anak, agar KKN memberikan manfaat nyata serta mempererat hubungan dengan masyarakat.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar penulisan feature biografi tokoh Nahdlatul Ulama (NU) segera dikerjakan sejak awal dengan cara menggali informasi langsung dari tokoh yang akan ditulis. Hal tersebut penting agar pekerjaan tidak menumpuk di akhir masa KKN.
Khoirul juga meminta mahasiswa yang memiliki kemampuan di bidang desain untuk membuat desain visual informasi di gedung Madrasah Diniyah (Madin). Menurutnya, tampilan visual yang menarik akan memberikan kesan rapi dan artistik, mengingat selama ini banyak pengumuman yang ditempel secara acak di dinding gedung.
Khoirul mengimbau seluruh peserta KKN untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kondisi fisik di tengah cuaca hujan. Ia juga menekankan pentingnya melakukan kunjungan silaturahmi kepada tokoh masyarakat agar keberadaan KKN benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
Sementara itu, Firza selaku Sekretaris KKN mengungkapkan bahwa kendala utama dalam pelaksanaan kegiatan adalah keterbatasan sinyal Wi-Fi serta curah hujan yang tinggi, sehingga beberapa program belum dapat dioptimalkan pada awal masa penerjunan.
“Teman-teman tetap kompak dan melaksanakan tugas sesuai dengan peran masing-masing. Ke depan, akan ada kegiatan kerja bakti, pembuatan penyulingan air, eco print, serta pembuatan penunjuk arah menuju wisata pegunungan,” ungkapnya.












