Ngerinya Ulah Suporter Saat Laga Persela vs Persijap, Nyalakan Flare, Lempar Botol Rusak Kaca dan Fasilitas Tuban Sport Center

Ngerinya Ulah Suporter Saat Laga Persela vs Persijap, Nyalakan Flare, Lempar Botol Rusak Kaca dan Fasilitas Tuban Sport Center
Ngerinya Ulah Suporter Saat Laga Persela vs Persijap, Nyalakan Flare, Lempar Botol Rusak Kaca dan Fasilitas Tuban Sport Center

HALO JEPARA- Ngerinya ulah suporter saat laga Persela Lamongan vs Persijap Jepara yang digelar di Tuban Sport Center, Tuban, Jawa Timur, Selasa (18/2/2025).

Oknum suporter itu nekat menyalakan flare, melempar botol, merusak kaca dan fasilitas Tuban Sport Center yang sebenarnya juga bukan milik Persela Lamongan.

Kontan saja flare membuat kondisi stadion diselimuti asap tebal. Kondisi bertambah tak kondusif saat oknum suporter masuk ke dalam lapangan. Mereka juga melempari botol ke arah aparat dan official. Karena situasi tak kondusif akhirnya laga krusial ini dihentikan pada menit ke-78.

Belum diketahui secara pasti apakah laga dianggap selesai atau akan dilanjutkan. Informasi yang beredar laga ini akan dilanjutkan Rabu (19/2) dan dimulai pada menit ke-79.

LIHAT JUGA :  Hasil Babak I Bahrain vs Timnas Indonesia 1-1, Injury Time Gol Oratmangoen Samakan Kedudukan

Saat oknum suporter ngamuk, Persijap Jepara unggul 1-0 atas Persela. Persijap unggul berkat gol Rosalvo di menit 37.

Jika melihat hasil sementara ini, Persela gagal promosi ke Liga 1 2025-2026. Pasalnya mereka tak finis di urutan kedua pada Grup B Playoff Liga 2 2024-2025.

Persijap yang menang pun finis kedua dan akan melawan PSPS Pekanbaru di playoff Liga 2 2024-2025. Pemenang laga itu akan menemani Bhayangkara Presisi dan PSIM Yogyakarta yang sudah dipastikan promosi ke Liga 1 musim depan.

Suporter anarkis

Kericuhan saat laga Persela vs Persijap terjadi saat Laskar Joko Tingkir tertinggal 0-1. Fans tampak tak senang hingga akhirnya masuk ke lapangan

Dari video yang beredar, terlihat spanduk papan iklan dan gawang dibakar serta kaca-kaca ruangan dipecah oleh massa.

LIHAT JUGA :  Pesan Wabup Gus Hajar Saat Pimpin Apel Pagi Perdana: Jangan Tunggu Viral Dulu Baru Melayani Masyarakat

Diduga aksi ricuh ini terjadi lantaran suporter Persela kecewa dengan kepemimpinan wasit yang memberikan kartu merah untuk timnya pada menit ke-20. Kondisi bertambah runyam saat Persela harus kebobolan pada menit ke-37.

Gol ini memicu oknum suporter Persela yang kecewa timnya masih tertinggal 0-1 melempar botol minuman dan flare ke lapangan sekitar pada menit ke-75.

Lalu beberapa oknum suporter turun ke lapangan dan diikuti suporter lainnya hingga memaksa wasit menghentikan pertandingan pada menit ke-78.

Aksi anarkis massa berhenti saat Manajer Persela, Fariz Julinar Maurisal turun ke lapangan. Ia juga menemui para suporter. Usai berdiskusi, suporter pun mulai membubarkan diri.

“Sangat disayangkan pertandingan terpaksa dihentikan, karena situasi di stadion sangat tidak kondusif, mohon do’anya yaa Jap, seluruh staf pelatih, presiden, manager, manajemen, terutama seluruh pemain sehat selamat sampai di rumah,” tulis Persijap melalui Instagram resmi klub. (*)

LIHAT JUGA :  Jelang Liga 1, Persijap Galang Dukungan DPRD Jepara, Agus Sutisna: CSR Perusahaan Kita Dorong Ikut Berkontribusi