Tukang Kayu Mebel Jepara Terharu Anaknya Diterima Sekolah Rakyat

Tukang Kayu Mebel Jepara Terharu Anaknya Diterima Sekolah Rakyat
Tukang Kayu Mebel Jepara Terharu Anaknya Diterima Sekolah Rakyat

Tukang Kayu Mebel Jepara Terharu Anaknya Diterima Sekolah Rakyat: Kami Punya Masa Depan Lebih Baik

HALO

JEPARA – Sebanyak 270 siswa jenjang SD, SMP dan SMA Sekolah Rakyat Terpadu di Kabupaten Jepara mulai menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (20/8).

Kegiatan MPLS yang dibuka oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H Abdul Wachid itu dipusatkan di kawasan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) Jepara yang berlokasi di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakisaji.

Hadir saat pembukaan MPLS SRT Jepara, Bupati yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jepara Diyar Susanto, Kepala Dinsospermades Jepara Muh Ali, perwakilan Kemensos dan KemenPUPR dan lainnya.

Salah satu siswi SRT yang mengikuti MPLS bernama Natasya Salsatun Putri (7). Putri ketiga pasutri bernama Sahid (43) dan Istirohmatun (39) ini mengaku senang karena sekolah barunya luas dan gedungnya bertingkat.

“Senang sekali. Ini juga dapat teman baru, baik-baik anaknya,” kata Tasya, panggilan akrab bocah yang kini duduk di kelas 1 SRT Jepara ini.

Kebahagiaan juga dirasakan Sahid. Tukang kayu mebel asal Desa Petekeyan Kecamatan Tahunan ini senang karena anaknya diterima di sekolah yang merupakan progam nasional tersebut.

Penerima Progam Keluarga Harapan (PKH) ini mengaku tak mengeluarkan uang mulai dari proses pendaftaran hingga Tasya menjalani MPLS di SRT Jepara.

“Kalau dulu dua kakaknya Tasya kita sekolahkan dengan kemampuan seadanya di sekolah swasta, kalau ini benar-benar gratis.

LIHAT JUGA :  IPNU IPPNU Jepara Nguri-nguri Budaya, Bekali Kader Kemampuan Basa Jawa

Jelas sangat membantu keluarga seperti kami ini,” kata Sahid yang kini merantau bekerja di Bali ini.

Sahid berharap masuknya Tasya di SRT Jepara menjadi awal yang baik untuk masa depan kehidupan keluarganya. Setahu dia, pendidikan di SRT sama dengan kualitas sekolah unggulan, hanya bedanya diperuntukkan khusus keluarga kurang mampu.

“Ini nanti kan sekolahnya lanjut terus sampai SMA. Semoga nanti juga bisa kuliah gratis dan anak saya dan keluarga kami punya masa depan lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H Abdul Wachid mengatakan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya masyarakat yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2.

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu kunci agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup sekaligus mengangkat derajat keluarganya.

“Presiden Prabowo juga menyampaikan optimistisme itu. Nanti di akhir tahun kita lihat, pasti anak-anak ini prestasinya bagus karena kita tunjang dengan fasilitas yang sangat lengkap. Mulai tempat belajar, laptop dan iPad, hingga sarana olahraga disiapkan oleh negara. Ini akan menghasilkan kualitas pendidikan yang benar-benar berkualitas,” ujar wakil rakyat asal Margoyoso Kalinyamatan Jepara ini.

“Saya berharap ke depan anak-anak inilah yang akan mengangkat derajat orang tua dari kemiskinan. Mereka berpeluang menjadi pengusaha sukses, bupati, gubernur, DPR, bahkan bisa jadi presiden,” katanya.

LIHAT JUGA :  100 Hari Mas Wiwit- Gus Hajar, 166,638 Km di Jepara Mulus, Lebih Aman dan Nyaman Dilewati Warga

Seperti diketahui, Sekolah Rakyat dikelola Kementerian Sosial RI dengan konsep sekolah berasrama yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung pembelajaran. Selain asrama dan laboratorium, proses belajar mengajar juga didukung perangkat teknologi.

Menurut Abdul Wachid, Jepara memang layak mendapat Sekolah Rakyat. Selain karena pemerintah daerahnya yang responsif, serta ditunjang ketersediaan lahan, juga lantaran tingginya minat masyarakat Jepara yang menjadi indikator jika program nasional tersebut dibutuhkan di Kota Ukir.

Bahkan saat penerimaan siswa baru, jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia.

“Pendaftaran saja overload, terutama untuk SMP dan SMA. Kuota dibatasi 90 orang, tetapi yang mendaftar sampai 160. Artinya, kategori Desil 1 dan Desil 2 di Jepara masih banyak. Masyarakat masih membutuhkan program seperti ini,” jelas wakil rakyat asal Gerindra ini.

Sepanjang 2025 tercatat 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota. Program tersebut telah menampung 15.954 siswa, terdiri atas jenjang SD sebanyak 3.025 siswa, SMP 6.134 siswa, dan SMA 6.765 siswa.

Dari 11 Sekolah Rakyat permanen di Jawa Tengah, hanya Jepara yang paling lengkap.

Jumlah guru di SRT Jepara mencapai 2.218 ASN-P3K, sementara tenaga pendidik tercatat sebanyak 4.889 orang.

Abdul Wachid menambahkan pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang berada di bawah Kemensos.

LIHAT JUGA :  Tinjau Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Bumiharjo, Hindun Anisah Serahkan Mesin Penggerak Diesel

Untuk 2026, Kemensos menyiapkan 104 Sekolah Rakyat Tahap II Permanen. Pembangunan fisik dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian PUPR, sedangkan pengadaan guru dan tenaga pendidik bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Sekolah Rakyat Jepara berpeluang dikembangkan pada tahun berikutnya. Kesiapan lahan menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan tersebut dan sudah disiapkan oleh Bupati Jepara,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jepara Diyar Susanto mengatakan Bupati Witiarso Utomo sangat mendukung berbagai progam terkait pendidikan yang digulirkan pemerintah pusat. Mulai dari Sekolah Rakyat, Sekolah Nasional Terpadu hingga revitalisasi sarana pendidikan.

Tak hanya itu, Pemkab Jepara juga menggulirkan progam keberpihakan pada pendidikan tersebut. Salah satunya melalui Kartu Sarjana Jepara.

“Jepara sangat mendukung pendidikan. Kita nanti rencanakan sering ke SR ini semisal agenda olahraga atau joging di sini, sekaligus untuk menyemangati anak-anak,” tandasnya. (*)