Ini Jadwal Pesta Lomban Syawalan Jepara, Konsep Beda dari Tahun Lalu

Ini Jadwal Pesta Lomban Syawalan Jepara, Konsep Beda dari Tahun Lalu
Ini Jadwal Pesta Lomban Syawalan Jepara, Konsep Beda dari Tahun Lalu

Ini Jadwal Pesta Lomban Syawalan Jepara, Konsep Beda dari Tahun Lalu

HALO JEPARA- Tradisi Pesta Lomban Syawalan Jepara 1447 H bakal segera digelar. Tahun ini, tradisi yang dilaksanakan turun temurun ini bakal digelar berbeda dari pelaksanaan tahun lalu.

Kepala Disparbud Kabupaten Jepara Muh Ali mengatakan ada sejumlah rangkaian kegiatan yang digelar saat Pesta Lomban Syawalan tahun ini. Rangkaiannya akan dimulai dari TPI Jobokuto dan berakhir di Pantai Kartini Jepara.

Tradisi Pesta Lomban Syawalan akan dimulai pada Jumat, (27/3/2026) berupa arak-arakan kerbau yang akan disembelih dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu sampai ke Rumah Potong Hewan (RPH) di Jobokuto.

LIHAT JUGA :  Rawan Rusak, Cagar Budaya Makam Mantingan Jepara Dikonservasi

“Kegiatan ini dimulai pukul 06.00 – 07.00 WIB,” ujar Ali, baru-baru ini.

Menurut Ali, rangkaian ini menjadi hal baru supaya ada pembeda untuk menarik wisatawan dan membuktikan bahwa ada kerbau yang disembelih. Pihaknya berharap tak ada narasi yang muncul jika kepala kerbau yang dilarung dibeli dari pasar.

“Jadi kerbau yang akan diarak yaitu jenis Kerbau Bule milik salah satu kepala desa di Kecamatan Kedung,” papar Ali.

Rangkaian Lomban Syawalan dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Cik Lanang di Kelurahan Bulu dan Makam Mbah Ronggo di Kelurahan Ujungbatu pada Jumat sore.

Lalu, pada Jumat malam, ada wayangan semalam suntuk dengan lakon Wahyu Sandang Pangan.

LIHAT JUGA :  TEGAS, Bupati Jepara Mas Wiwit Siap Tertibkan 4 Tambak Ilegal di Karimunjawa

“Lokasinya di TPI Ujungbatu. Jadi nanti wayangan di sana,” jelasnya.

Puncak tradisi Pesta Lomban Syawalan tahun ini digelar pada Sabtu, (28/3/2026). Kegiatannya berupa kirab pelarungan kepala kerbau dari TPI Ujungbatu ke tengah laut mulai pukul 06.00 WIB.

“Konsep tahun ini berbeda karena nanti lesehan. Pak Bupati (Witiarso Utomo) dan jajaran ingin berbaur langsung dengan warga,” paparnya.

Setelah larungan kepala kerbau selesai, kegiatan akan dilanjut dengan Festival Kupat Lepet. Jika dihitung, ada 1.447 buah lepet dan kupat yang akan memeriahkan festival yang digelar di Pantai Kartini Jepara ini.

“Kita nguri-nguri tradisi. Jepara Mulus itu salah satunya lestari, nah ini bagian dari melestarikan tradisi budaya kita,” tandasnya. (*)