CARA BCB Unisnu Jepara Cetak Mahasiswa Generasi Visioner, Gelar Pendampingan Kepemimpinan
HALO JEPARA- Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendekia Baznas Unisnu Jepara (BCB) UNISNU Jepara kembali menyelenggarakan kegiatan pendampingan dengan mengusung tema “Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan.” Kegiatan ini digelar di Gedung Fakultas Komunikasi dan Desain ini diikuti peserta BCB Mahasiswa Penerima Baznas Angkatan 2 Unisnu Jepara.
Mentor BCB Unisnu Jepara, Khoirul Muslimin menyampaikan materi Kepemimpinan dan Strategi Pengambilan Keputusan. Ia menjelaskan berbagai tipe kepemimpinan seperti otoriter, paternalistik, karismatik, laissez-faire, dan demokratis.
Menurutnya, tipe kepemimpinan sangat memengaruhi cara seorang pemimpin mengambil keputusan serta membangun hubungan dalam tim.
“Seorang pemimpin harus memahami bahwa gaya kepemimpinan yang dipilih akan menentukan dinamika kerja tim, baik dalam pencapaian target maupun dalam membangun keharmonisan,” ujarnya melalui keterangan tertulis diterima Selasa (23/9/2025).
Muslimin juga menekankan pentingnya orientasi kepemimpinan yang terbagi menjadi dua, yakni task oriented dan people oriented. Pemimpin yang berorientasi pada tugas cenderung fokus pada target dan hasil akhir, sementara pemimpin yang berorientasi pada orang lebih mengutamakan hubungan harmonis antarindividu.
Selain itu, ia juga memaparkan teori perilaku kepemimpinan menurut Hersey dan Mitchell, yang meliputi kemampuan memberi perintah, membagi tugas, mendelegasikan, serta menjalin komunikasi efektif dengan bawahan.
“Pemimpin yang efektif bukan hanya mampu mengarahkan, tetapi juga bisa mendengarkan dan membangun komunikasi yang sehat dengan timnya,” tambah Muslimin.
Sesi berlanjut dengan penjelasan mengenai Six Traits atau enam ciri penting dalam kepemimpinan, yaitu dorongan, keinginan, integritas, kepercayaan diri, kemampuan kognitif, dan pengetahuan yang relevan dengan pekerjaan.
Pada bagian akhir, peserta diajak memahami tahapan pengambilan keputusan yang mencakup identifikasi masalah, pengumpulan informasi, mempertimbangkan alternatif, menentukan keputusan, mengimplementasikan, hingga melakukan evaluasi.
Melalui pembinaan rutin setiap bulan mahasiswa penerima beasiswa memperoleh bekal praktis untuk menjadi pemimpin yang efektif dalam pengambilan keputusan, sekaligus mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif. (*)












