JATAM Curhat ke Legislator Asal Jepara Hindun Anisah, Titip Aspirasi Penguatan Ketahanan Pangan

JATAM Curhat ke Legislator Asal Jepara Hindun Anisah, Titip Aspirasi Penguatan Ketahanan Pangan 
JATAM Curhat ke Legislator Asal Jepara Hindun Anisah, Titip Aspirasi Penguatan Ketahanan Pangan 

JATAM Curhat ke Legislator Asal Jepara Hindun Anisah, Titip Aspirasi Penguatan Ketahanan Pangan

HALO JEPARA– Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Kabupaten Jepara menyampaikan aspirasi kepada Anggota Komisi IV FPKB DPR RI Dr. Hj. Hindun Anisah saat kegiatan silaturahmi yang digelar di Kebun Dakwah Muhammadiyah, RT 01 RW 01 Desa Dermolo Kecamatan Kembang Jepara Jawa Tengah, Jum’at, 26 Desember 2025.

Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jepara, KH Fahrurrozi mengatakan pembaruan (tajdid) dan pengembangan amal usaha sosial Muhammadiyah berperan penting dalam kemajuan bangsa Indonesia.

Idealisme Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur seperti rumah sakit dan sekolah megah di wilayah perkotaan.

LIHAT JUGA :  SOSOK Pedagang Siomai Asal Jepara yang Ukir Prestasi Bidang Binaraga, Langgan Juara Berbagai Event

Namun, Islam Berkemajuan harus mampu menyentuh akar kehidupan masyarakat secara menyeluruh, terutama kelompok-kelompok paling rentan dan terpinggirkan.

“Dengan demikian, konsep Islam Berkemajuan  harus merespons persoalan-persoalan struktural bangsa secara konkret dan membumi. Di sinilah peran Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) menjadi sangat vital sebagai manifestasi langsung Islam Berkemajuan di sektor pertanian dan pedesaan yang sering kali terlupakan,” tutur Kiai Fahrur.

Lebih lanjut, ia berharap agar sebagai wakil rakyat, Hindun mampu menyuarakan keluhan para petani.

Sarana dan alat-alat pertanian, ketersediaan benih dan bibit tanaman pangan maupun holtikultura, pupuk, obat-obatan, jaringan irigasi, permodalan dan pemasaran hasil pertanian perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

“Persoalan penting yang dihadapi petani adalah ketahanan pangan keluarga dan pemberdayaan petani,” kata kiai Fahrur.

LIHAT JUGA :  Warga Bondo yang Lahannya Hilang Tergerus Abrasi Bakal Bebas Pajak

Hal serupa juga disampaikan Sumartinah dari Desa Bucu, Kembang Jepara. Ia meminta perhatian khusus untuk perempuan tani.

“Peran ibu-ibu dalam pengolahan hasil pertanian dapat meningkatkan ekonomi keluarga juga menjadi sarana dakwah di desa kami,”ujar Sumartinah.

Di hadapan ratusan pengurus PDM, PCM dan JATAM, Hindun berjanji menyampaikan berbagai aspirasi tersebut dalam Rapat Kerja (Raker) maupun Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota Komisi IV dengan Kementerian dan Badan terkait.

“Insya Allah, apa yang menjadi masukan dari ibu dan bapak semua akan kami jadikan bahan untuk pembahasan pada masa sidang berikutnya,” kata Hindun.

“Sudah menjadi kewajiban saya untuk menjadi penyambung lidah petani, terutama ibu-ibu dan perempuan tani”, pungkas Hindun. (*)

LIHAT JUGA :  RESMI, Denda Pajak Bumi Bangunan P-2 di Jepara Dihapus, Ini Alasannya