Sampah di Jepara Bakal Diolah Jadi Energi Terbarukan, Pemkab Gandeng Investor Asal China

Sampah di Jepara Bakal Diolah Jadi Energi Terbarukan, Pemkab Gandeng Investor Asal China
Sampah di Jepara Bakal Diolah Jadi Energi Terbarukan, Pemkab Gandeng Investor Asal China

Sampah di Jepara Bakal Diolah Jadi Energi Terbarukan, Pemkab Gandeng Investor Asal China

HALO JEPARA– Pemkab Jepara terus berupaya mencari solusi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Sampah yang selama ini menjadi biang masalah bakal diolah menjadi energi terbarukan.

Ihwal pengelolaan sampah berkelanjutan ini mengemuka seiring pertemuan antara Bupati Jepara Witiarso Utomo dengan investor pengelolaan sampah asal China, Zheneng Jinjiang Enviroment di ruang kerja Bupati, Senin (1/9/2025).

Bupati menuturkan mulai tahun depan Pemkab Jepara akan menerapkan kebijakan baru untuk menekan jumlah residu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Residu di TPA yang selama ini hanya menjadi timbunan sampah akan diturunkan dengan signifikan.

LIHAT JUGA :  Ziarahi 7 Makam Leluhur Jelang HUT Jepara ke-476, Mas Wiwit Tatap Masa Depan dengan Kekuatan Masa Lalu

Lebih lanjut, Witiarso menjelaskan bahwa teknologi yang ditawarkan investor asal China itu berfokus pada pengolahan sampah residu—sampah yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomis.

“Investor tadi menyampaikan, sampah residu itu bisa diubah sehingga tidak hanya jadi timbunan, tapi bisa menghasilkan energi,” ungkapnya.

“Proses ini juga untuk memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga agar bisa mendapatkan tambahan dari hasil sampah yang dikumpulkan,” jelasnya

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Jepara Aris Setiawan menambahkan selama ini sampah di Jepara hanya ditampung dan ditimbun di TPA tanpa nilai tambah. Dengan hadirnya investor, Bupati berupaya agar ada transformasi besar dalam sistem pengelolaan sampah di Jepara.

LIHAT JUGA :  Kata Bupati Jepara Mas Wiwit Soal Dukungan untuk Pameran JIFBW 2025: Silakan Pergunakan Fasilitas Pemkab, Siap Undang Pimpinan Daerah Lain

Rencananya, sampah yang terkumpul akan diolah menjadi energi terbarukan dengan target 100 persen pemanfaatan. Sampah bernilai ekonomis seperti plastik atau logam tetap akan dikelola masyarakat agar memberikan keuntungan langsung, sedangkan sampah residu akan diolah menjadi energi.

“Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga membuka peluang baru bagi pemberdayaan masyarakat dan mendukung target Jepara menuju kabupaten yang lebih ramah lingkungan,” tandasnya. (*)