HALO JATENG- Lantunan tahlil dan doa menggema dari pemakaman umum Pilang Dukuh Karanganyar Desa Blerong Kecamatan Guntur Kabupaten Demak, Minggu (6/4/2025) atau 7 Syawal 1446 H.
Dzurriyah Kiai Marhum dan ratusan warga Dukuh Karanganyar terlihat khusyu saat melafalkan “kalimah muaddhomah” dalam rangka Haul ke-63 Kiai Marhum.
Tak hanya kirim do’a, haul ini juga untuk meneladani perjuangan dan dakwah Kiai Marhum.
Kiai Marhum hidup pada era perjuangan revolusi fisik kemerdekaan dan era orde lama. Jiwa gigih dalam berdakwah yang beliau miliki tak lepas dari didikan gurunya yaitu waliyullah KH. Abdullah Mudzakir yang makamnya berada di Tambaksari Bedono Sayung Demak.
Makam Mbah Mudzakir sekarang berada di laut pesisir Sayung dan menjadi destinasi wisata religi yang ramai diziarahi umat Islam.
Menurut cerita tutur para sesepuh, waliyullah KH Abdullah Mudzakir merupakan ulama yang berasal dari desa Wringinjajar Mranggen dan tinggal di Kaligawe kemudian pindah ke dukuh Tambaksari Bedono Sayung.
Waliyullah KH Abdullah Mudzakir masih ada hubungan kerabat dengan Waliyullah Mbah Shodiq Jago Wringinjajar Mranggen yang masih keturunan Ki Ageng Pandanaran (Sunan Tembayat).
Mbah Shodiq Jago Wringinjajar Mranggen dikenal menurunkan banyak ulama dan pejuang di antaranya Mbah KH Abdul Hadi Girikesumu Banyumeneng Mranggen, Mbah Asiah istri Mbah Ismail Godo Jamus yang menurunkan banyak ulama di Jamus, Penggaron Kidul, Pedurungan, Ungaran dan lain-lain.
Waliyullah KH Abdullah Mudzakir dikenal gigih mendidik para santri untuk belajar agama dan berdakwah membina umat di kampung-kampung sehingga kebanyakan santrinya menjadi kiai masjid dan kiai musholla di perkampungan di Kawasan Demak bagian barat.
Mbah Mudzakir juga mendidik para santri untuk turut berjuang melawan penjajahan, salah satunya Kiai Marhum.
Warga Dukuh Karanganyar Blerong terutama para orang tua yang dulu hidup di era Kiai Marhum mengenang pribadi Kiai Marhum sebagai sosok kiai yang rajin beribadah. Semula beliau menjadi imam musholla kemudian menjadi imam masjid jami’ Baitul Mubarok Karanganyar.
Kiai Marhum menjadi imam masjid melanjutkan perjungan Kiai Abdullah Sajad.
Kiai Marhum merupakan figur kiai kampung yang gigih dan tegas dalam berdakwah. Jiwa gigih dan tegas alam berdakwah yang dimiliki Kiai Marhum mewarisi jiwa gurunya. Beliau merupakan salah satu produk kaderisasi nyata KH Abdullah Mudzakir dalam berdakwah di kampung. [emka]












