2025, 1.284 RTLH Dibangun di Jepara, Warga Kurang Mampu Tenpati Hunian Layak

2025, 1.284 RTLH Dibangun di Jepara, Warga Kurang Mampu Tenpati Hunian Layak
2025, 1.284 RTLH Dibangun di Jepara, Warga Kurang Mampu Tenpati Hunian Layak

2025, 1.284 RTLH Dibangun di Jepara, Warga Kurang Mampu Tenpati Hunian Layak

HALO JEPARA – Bupati Jepara Witiarso Utomo, didampingi jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, melaksanakan serah terima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Badan Penelitian Aset Negara–Lembaga Aliansi Indonesia (BPAN-LAI), Lindu Aji, dan Bintang Mandalika Sakti. Kegiatan tersebut berlangsung di Dukuh Benggeng RT 06 RW 03, Desa Klepu, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sekaligus sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu. Bupati Jepara mengapresiasi Pemerintah Desa (Pemdes) Klepu dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan bedah rumah RTLH tersebut.

“Upaya seperti ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh dan hidup di tengah masyarakat Jepara,” ujar Witiarso Utomo.

LIHAT JUGA :  Makan Bergizi Gratis di Jepara Resmi Dimulai Hari Ini, Penerima Ribuan Siswa

Ia menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara dalam menempatkan penanganan RTLH sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, persoalan perumahan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Jepara telah menangani sebanyak 1.284 unit RTLH melalui berbagai skema dan kerja sama lintas sektor. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja bersama mampu mempercepat penanganan kebutuhan dasar masyarakat.

Memasuki tahun kedua pelaksanaan visi Jepara Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (MULUS), Bupati menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk dalam penyediaan hunian layak dan lingkungan hidup yang sehat.

LIHAT JUGA :  PENAMPAKAN Rumah Sukondo, Dulu Berdinding Bambu dan Bocor Saat Hujan, Kini Tembok dan Lantainya Sudah Keramik

Pada 2026, penanganan RTLH akan tetap menjadi prioritas, beriringan dengan program unggulan lainnya, termasuk peningkatan dan penanganan jalan sepanjang 421,84 kilometer.

“Pembangunan tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari keberlanjutan, ketepatan sasaran, serta dampaknya bagi kehidupan sosial masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kepedulian dan memperkuat sinergi agar setiap bantuan sosial dapat dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran, dan bertanggung jawab.

Kepada para penerima manfaat, Bupati berharap rumah yang telah diperbaiki dapat dirawat dengan baik dan menjadi tempat tumbuhnya kehidupan keluarga yang lebih sehat, aman, dan sejahtera.

Witiarso menyampaikan terima kasih kepada BPAN-LAI, Lindu Aji, Bintang Mandalika Sakti, serta Pemdes Klepu dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi serupa terus berlanjut demi menuntaskan persoalan RTLH di Kabupaten Jepara.

LIHAT JUGA :  Tambang Galian C di Desa Geneng Batealit Ditutup Paksa, Ini Alasan Pemkab Jepara

Melalui program ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat nyata dari kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat, sekaligus mempercepat terwujudnya Jepara yang MULUS. (*)