TATAH 2026 Berakhir, Perjalanan Merawat Seni Ukir Jepara Dipastikan Terus Berlanjut

TATAH 2026 Berakhir, Perjalanan Merawat Seni Ukir Jepara Dipastikan Terus Berlanjut
TATAH 2026 Berakhir, Perjalanan Merawat Seni Ukir Jepara Dipastikan Terus Berlanjut

TATAH 2026 Berakhir, Perjalanan Merawat Seni Ukir Jepara Dipastikan Terus Berlanjut

HALO JEPARA – Pameran TATAH 2026: Suluk – Sulur – Jepara resmi berakhir di Museum Nasional Indonesia pada Minggu (2/8/2026). Sejak dibuka pada 29 April 2026, pameran ini mencatat 73.104 kunjungan. Tingginya antusiasme masyarakat bahkan membuat masa pameran yang semula dijadwalkan berakhir pada 5 Juli diperpanjang hingga 2 Agustus 2026.

Selama penyelenggaraannya, TATAH menghadirkan seni ukir Jepara bukan sekadar karya kerajinan, tetapi juga memperkenalkan sejarah, pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai budaya yang hidup di balik setiap ukiran.

Berakhirnya pameran pun bukan menjadi akhir perjalanan, melainkan awal untuk terus merawat dan mengembangkan potensi budaya Jepara.

Direktur TATAH, Veronica Rompies, mengatakan sambutan masyarakat membuktikan bahwa seni ukir Jepara memiliki daya tarik yang besar ketika dikemas dengan baik.

LIHAT JUGA :  Museum Pop-Up Ratu Kalinyamat Resmi Dibuka di Masjid Mantingan, Catat Tanggalnya

“Berakhirnya pameran ini sebenarnya merupakan awal bagi para seniman ukir Jepara dan masyarakat untuk melihat potensi tradisi dan budaya Jepara yang ternyata sangat diapresiasi oleh masyarakat luas. Kami berharap TATAH dapat menginspirasi para seniman ukir Jepara untuk berpikir lebih kreatif, lebih berani, dan terus berkarya,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Antusiasme pengunjung juga terlihat dari banyaknya unggahan di media sosial yang membagikan foto, video, dan pengalaman setelah mengunjungi pameran. Menurut Veronica, para pengunjung tidak hanya menikmati keindahan ukiran, tetapi juga merasakan kedekatan dengan sejarah dan budaya Jepara.

“Melalui unggahan reels dan stories, mereka menunjukkan kebanggaan setelah mengunjungi TATAH. Ada yang merasa merinding, bahkan menahan air mata karena bangga melihat kekayaan sejarah, tradisi, dan budaya Indonesia yang kami hadirkan melalui Jepara,” katanya.

Ia menambahkan, jumlah rata-rata pengunjung justru terus meningkat hingga akhir penyelenggaraan. “Ini menunjukkan ketertarikan masyarakat bukan hanya karena efek pemberitaan saat pembukaan, tetapi juga karena pengunjung yang telah datang membagikan pengalaman positif mereka.

LIHAT JUGA :  Bosnia and Herzegovina Ambassador Visits Jepara, Supports Carvings as UNESCO Intangible Cultural Heritage

Bagi kami, hal ini menunjukkan bahwa pesan yang ingin disampaikan TATAH dapat diterima oleh masyarakat,” jelas Veronica.

Veronica juga menyampaikan tim kurator dan peneliti mengembangkan konsep baru agar sejarah dan seni ukir Jepara dapat dipahami oleh berbagai kalangan. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para pengukir, seniman, peneliti, sejarawan, komunitas, pemerintah, mitra, media, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya pameran.

“TATAH 2026 bukan perjalanan yang kami jalankan sendiri. Kebersamaan ini menjadi bukti bahwa seni ukir Jepara masih hidup, dibutuhkan, dan memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ke depan, perjalanan TATAH akan terus berlanjut. Tim penyelenggara mulai mempersiapkan TATAH #2 yang direncanakan hadir pada 2027, disertai sejumlah agenda di Jepara. “Sejak awal, TATAH adalah sebuah trilogi. Kami berharap seluruh kegiatan yang akan dijalankan dapat saling mendukung bagi keberlangsungan tradisi, budaya, dan seni ukir di Jepara,” tandas Veronica (*).