100 Hari Kerja Bupati, Wulan Semringah Anaknya Lolos Kartu Sarjana Jepara, Dibiayai Kuliah di Kampus Favorit
HALO JEPARA— Memasuki 100 hari pertama masa kepemimpinan Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, Pemerintah Kabupaten Jepara menunjukkan komitmen nyata untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu melalui peluncuran Program Kartu Sarjana Jepara.
Program ini merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk membantu putra-putri Jepara dari keluarga pra-sejahtera agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tanpa terbebani oleh kendala ekonomi.
“Melalui program ini, kami ingin mencetak sumber daya manusia Jepara yang unggul dan siap bersaing,” tegas Mas Wiwit didampingi Wabup Gus Hajar dan Pj Sekda Ary Bachtiar saat kegiatan Capaian Progam 100 Hari Kinerja Bupati dan Wabup Jepara yang digelar di Sokorame Cafe, Rabu (4/6/2025).
Program Kartu Sarjana Jepara hadir dengan dua skema beasiswa utama. Skema pertama adalah beasiswa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang ditujukan bagi mahasiswa kurang mampu yang mengambil program studi pada bidang-bidang yang menjadi prioritas pembangunan daerah, seperti kesehatan, pariwisata, dan industri furniture.
Skema kedua merupakan beasiswa yang berasal dari kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Jepara dengan berbagai perguruan tinggi serta mitra non-pemerintah, sehingga tidak membebani anggaran daerah namun tetap memberikan kesempatan luas kepada generasi muda Jepara.
Selama 100 hari kerja ini, Pemerintah Kabupaten Jepara telah secara aktif menjalin komunikasi dan membangun kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta. Beberapa di antaranya adalah Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Universitas Muhammadiyah Kudus, Universitas Safin Pati, Universitas Al Hikmah Jepara, dan STIE Totalwin Semarang. Upaya ini bertujuan untuk menyediakan kuota beasiswa yang memadai serta memastikan proses seleksi yang transparan dan tepat sasaran.
Sebagai bagian dari peluncuran resmi program Kartu Sarjana Jepara, pemerintah daerah telah menyerahkan beasiswa secara simbolis kepada dua mahasiswa terpilih, yakni Indurasmi Kirna Firdaus, mahasiswa Universitas Sebelas Maret, dan Nur Lailaturrofiah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus. Penyerahan ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara dalam memberikan peluang setara bagi anak-anak daerah untuk meraih pendidikan tinggi dan membangun masa depan yang lebih baik.
“Kami tidak ingin ada lagi anak-anak Jepara yang mengubur impiannya hanya karena kesulitan biaya kuliah. Melalui Kartu Sarjana Jepara, kami ingin membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah, dan membangun Jepara yang lebih cerdas dan berdaya saing,” ujar Bupati.
Sementara itu, ibu dari Indurasmi Kirna Firdaus, Mei Wulandari bersyukur anaknya menjadi penerima progam Kartu Sarjana Jepara. Menurutnya progam ini sangat bermanfaat untuk warga kategori menengah ke bawah seperti dirinya.
Terlebih, meski kategori ekonomi lemah, namun keluarganya tidak masuk dalam DTKS yang menjadi rujukan utama pengucuran bantuan sosial (bansos) pemerintah pusat.
“Anak saya memang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Ia mengajukan KIP tapi ternyata tidak lolos. Nahh saat itu, kita dapat info dari Tiktok ada progam Karti Sarjana Jepara yang diluncurkan Bupati Mas Witiarso. Alhamdulillah ternyata lolos,” ujar Wulan, panggilan akrabnya.
“Progam Kartu Sarjana Jepara bukan omong kosong, memang riil. Biaya UKT ditanggung Pemkab Jepara mulai dari awal hingga wisuda, jadi tidak hanya 1 atau 2 semester. Progam ini sangat membantu untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di Jepara,” tandasnya. (*)












