PKB Jepara Dukung Langkah Bupati Terkait Rencana Peternakan Babi

PKB Jepara Dukung Langkah Bupati Terkait Rencana Peternakan Babi
PKB Jepara Dukung Langkah Bupati Terkait Rencana Peternakan Babi

PKB Jepara Dukung Langkah Bupati Terkait Rencana Peternakan Babi

HALO JEPARA- DPC PKB Jepara mengapresiasi langkah Bupati Jepara Witiarso Utomo terkait rencana peternakan babi di Kota Ukir. Langkah itu dinilai tak hanya bisa meredam gejolak namun sekaligus juga menegaskan jika Bupati Jepara tetap mempedomani dawuh para kiai dan nilai-nilai religius yang hidup di tengah masyarakat Jepara dalam pengambilan keputusan terkait rencana investasi sekitar Rp 30 triliun itu.

Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Ketua DPC PKB Jepara Nuruddin Amin saat bersilaturahmi dengan Bupati Jepara Witiarso Utomo, Senin (4/8) malam. Pertemuan di ruang kerja bupati itu juga diikuti jajaran DPC PKB Jepara maupun anggota dewan fraksi partai berlambang bola jagad dengan sembilan bintang ini.

LIHAT JUGA :  Bupati Ngantor di Desa Kunir, Cicipi Es Krim Alpukat, Serap Aspirasi dan Berdayakan UMKM hingga Wisata

Gus Nung, panggilan akrab Nuruddin Amin dan jajarannya datang ke Pendopo Jepara setelah Bupati Witiarso Utomo menghadiri kegiatan Sosialisasi Hasil Bahtsul Masail PCNU Jepara terkait rencana investasi babi, Senin (4/8) sore.

Di hadapan para kiai dan para pengurus NU Jepara beserta badan otonomnya, Bupati menegaskan jika Pemkab Jepara tidak akan mengeluarkan izin pendirian peternakan babi tanpa adanya restu dari para ulama dan tokoh agama.

“Kami apresiasi dan dukung langkah Bupati Jepara. Sikap tegas bupati nglegake masyarakat,” kata Gus Nung.

Di hadapan pengurus PKB Jepara, Bupati Wiwit menjelaskan tentang runtutan rencana masuknya investasi peternakan babi di Jepara. Dengan nada tenang namun penuh ketegasan, ia menjelaskan jika pemerintah daerah memberi ruang bagi calon investor yang ingin menanamkan investasinya di Jepara. Namun dengan syarat mematuhi ketentuan dan ada penerimaan dari masyarakat.

LIHAT JUGA :  Pemugaran Masjid Baitush Shomad Welahan Rampung, Taj Yasin: Tak Hanya Tempat Ibadah juga Pelayanan Sosial

Sejak awal pihaknya juga memberikan syarat ketat kepada investor peternakan babi tersebut.

Menurutnya setiap keputusan kebijakan di Jepara, termasuk soal investasi, harus sejalan dengan dawuh kiai dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pihaknya tak akan memberikan izin tanpa persetujuan dari MUI, NU, dan tokoh agama lainnya.

“Jadi calon investor ingin membangun peternakan modern, indukan babi diimpor dari luar negeri. Lalu dibesarkan di Jepara dengan kapasitas 2–3 juta ekor per tahun untuk diekspor. Retribusi untuk Jepara mencapai Rp300 ribu per ekor plus CSR,” jelasnya.

Namun, angka-angka itu tak menggoyahkan sikap sang kepala daerah. Bagi Wiwit, Jepara bukanlah sekadar wilayah administratif. Ia adalah rumah bagi nilai-nilai keagamaan yang telah mengakar puluhan tahun lamanya.

LIHAT JUGA :  Siswa di Jepara Diminta Sisihkan Uang Saku Rp 2000 per Hari, Dukung Progam PPS Baznas

“Jepara adalah daerah yang religius. Kami lebih memilih mendengarkan petuah dan fatwa para kiai agar setiap kebijakan tidak melukai nilai-nilai yang hidup di masyarakat Jepara,” tandasnya. (*)