Dilapori Kondisi Dermaga Nyamplungan yang Memprihatinkan, Ketua DPRD Jepara Gercep Turba, Koordinasi Bappeda Jateng Hingga Kementrian KP

Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna (depan) didampingi nelayan melihat secara langsung Dermaga Nyamplungan Karimunjawa yang kondisinya memprihatinkan. (Foto:Ist)
Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna (depan) didampingi nelayan melihat secara langsung Dermaga Nyamplungan Karimunjawa yang kondisinya memprihatinkan. (Foto:Ist)

HALO JEPARA- Dilapori kondisi Dermaga Nyamplungan Kepulauan Karimunjawa yang memprihatinkan, Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna langsung turun lapangan.

Upaya itu dilakukan Agus Sutisna di sela kegiatan di Kepulauan Karimunjawa, turut wilayah Kabupaten Jepara.

Saat di lokasi, Agus Sutisna melihat sendiri kondisi dermaga tempat tambatan perahu nelayan Nyamplungan yang memprihatinkan. Dermaga sepanjang 80 meter dengan lebar sekitar 2 meter itu terbuat dari kayu.

Saat berjalan ke tengah dermaga, terlihat sejumlah kayu pijakan kaki yang bolong dan menganga.

Dermaga kayu ini dibangun secara swadaya oleh nelayan setempat. Namun karena terbuat dari kayu maka dermaga itu kerap rusak karena dihajar ombak  Pantai Nyamplungan.

Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti aspirasi nelayan Nyamplungan Karimunjawa.

LIHAT JUGA :  Wabup Jepara Terpilih dan Ketua DPRD Lepas Ribuan Peserta Sepeda Santai Harlah NU di Bulungan

Pihaknya juga langsung menyampaikan persoalan Dermaga Nyamplungan ke Bappeda Provinsi Jawa Tengah. Selain itu juga berkomunikasi dengan Direktorat Jendral Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Proposal sudah kita teruskan ke para pihak itu. KKP punya progam Penataan Kampung Nelayan Maju (Kalau), jadi kita dorong agar bantuan sarana dan dermaga untuk nelayan Nyamplungan ini bisa direalisasikan,” tandas politisi PPP ini melalui keterangan tertulis, Senin (20/1/2025).

Sementara itu, Sekretaris Perkumpulan Nelayan Karya Lestari Pantai Nyamplungan Muh Kayat mengatakan ada 50 nelayan yang menambatkan perahunya di dermaga kayu yang dibangun sejak dua tahun lalu itu. Karena terbuat dari kayu, rata-rata tiap enam sekali dermaga itu mengalami kerusakan.

Kayu penyangga dermaga ada yang terseret ombak, papan pijakan kaki ada yang rapuh dan bolong dan lain sebagainya.

LIHAT JUGA :  RESMI, Agus Sutisna Calon Ketua DPRD Jepara Definitif, Pelantikan Dijadwalkan Pekan Depan

Jika dermaga dalam kondisi rusak maka nelayan menambatkan perahunya di batang pepohonan yang ada di pinggir Pantai Nyamplungan.

Persoalannya, jika perahu tak ditambatkan di dermaga maka nelayan harus turun ke air dan berjalan hingga tepi pantai. Di perairan tepi pantai hidup ikan Ripo yang berduri tajam. Jika terkena manusia luka akibat duri ikan itu bisa bertahan 2 hingga 3 bulan.

Selain itu, perahu yang tak ditambatkan di dermaga lebih mudah terbawa arus saat ombak besar menerjang Pantai Nyamplungan.

“Dari sisi keselamatan nelayan maupun keamanan perahu lebih riskan jika menambatkan perahu di pohon tepi pantai. Tapi kalau dermaga rusak mau bagaimana lagi. Dermaga ini satu-satunya di Nyamplungan, jadi memang f sangat vital untuk nelayan,” kata Kayat.

LIHAT JUGA :  Tak Lolos PPPK Paruh Waktu 2024, Ini Tuntutan Terbaru Forum Komunikasi Guru GTT-R5 Jepara

Nelayan Nyamplungan, kata Kayat butuh dermaga yang permanen. Keberadaan dermaga permanen itu sangat membantu nelayan Nyamplungan yang memang mengandalkan hidup dari mencari iklan di laut.

“Semoga dermaga permanen bisa segera dibangun. Sumber dananya bisa dari APBD Jepara atau sumber lainnya. Monggo kita ngikut saja,” tandas Kayat.