HALO JEPARA- Lansia asal Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara bernama Samijah (72) tak menyangka jika warung kecil tempatnya menggantungkan hidup bakal “hilang” dalam semalam. Diduga warung kecil yang menjadi sumber nafkah untuk bertahan hidup di masa tua itu dibakar orang tak dikenal (OTK) pada Minggu (13/7/2025).
Kini, sebagian warung yang terbuat dari bambu dan kayu itu tinggal puing-puing. Warung itu juga tak lagi dipakai nenek Samijah untuk membuka lapak dagangannya.
Kabar soal warung lansia di Jepara dibakar orang ini sampai ke telinga Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna. Tak menunggu laporan resmi atau seremoni panjang, ia langsung turun ke lokasi. Bersama tim dari BAZNAS, Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Sosial Kabupaten Jepara, serta pemerintah Desa Banyumanis, Agus Sutisna mendatangi kediaman nenek Samijah membawa bantuan, dukungan moral, dan empati nyata.
“Kita tidak boleh membiarkan ibu-ibu sepuh seperti Ibu Samijah menghadapi musibah ini sendirian. Ini soal kemanusiaan. Saya datang sebagai bentuk tanggung jawab dan solidaritas,” ujar Agus Sutisna saat menyerahkan bantuan secara langsung.
Bantuan yang diberikan Uang tunai dari BAZNAS, Paket logistik dan kebutuhan pokok dari Dinsos dan PMI, Pendampingan administratif dari aparatur desa.
Di hadapan warga, Ketua DPRD Jepara menyampaikan keprihatinan sekaligus pesan tegas: kasus ini tak boleh dibiarkan berlalu begitu saja. Ia meminta agar aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku pembakaran dan menegakkan hukum dengan adil.
“Keadilan untuk Ibu Samijah adalah cermin bagi keadilan kita semua. Kita tidak bisa membiarkan ketidakadilan ini jadi rutinitas,” tegasnya.
Sementara itu, nenek Samijah berterima kasih atas bantuan berbagai pihak yang dikoordinir Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna. Samijah berharap peristiwa yang dialaminya tidak terjadi pada orang lain, terlebih yang sudah berusia lanjut seperti dirinya.
“Maturnuwun bantuannya,” tandasnya. (*)












