CATAT! Ini Kunci Rahasia Team Work Andal, Kompak Saja Tak Cukup
HALO JEPARA– Tawa riuh mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Angkatan II terdengar nyaring saat pelatihan dengan tema “Keterampilan Kolabaoradi dan Team Work” yang digelar di Auditorium Fakultas Komunikasi dan Desain Unisnu Jepara. Di sela tawa itu terselip pelajaran tentang kerja sama yang tak hanya sekedar berkumpul dan kompak.
Pemateri pelatihan ini adalah Khoirul Muslimin mentor BCB Unisnu Jepara dan sekaligus Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain Unisnu Jepara
Dalam sesi awal pelatihan peserta diajak mengikuti sebuah permainan interaktif yang dirancang khusus untuk melatih kemampuan bekerja sama dan Menyusun strategi.
Khoirul Muslimin menjelasakan bahwa permainan tersebut menjadi ilustrasi nyata bagaimana kolaborasi dan kerja tim dapat diterapkan secara efektif.
“Hasilnya luar biasa. Masing-masing kelompok mampu mendistribusikan tugas dan tanggung jawab secara optimal kepada anggotanya, sehingga permainan dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Khoirul Muslimin, Minggu (20/7/2025).
Khoirul menggarisbawahi perbedaan mendasar antara kolaborasi dan kerja tim. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi merupakan proses kerja sama yang melahirkan kepercayaan, integritas, dan terobosan melalui pencapaian konsensus, kepemilikan, dan keterpaduan lintas aspek dalam organisasi.
“Kalau kolaborasi itu bersifat multidisipliner atau lintas fungsi, sedangkan team work lebih kepada kerja sama dalam satu bidang dengan tujuan yang sama,” jelasnya.
Ia memberikan contoh bahwa kolaborasi bisa terlihat dalam kegiatan pengajian umum di desa, di mana panitia melibatkan berbagai komponen seperti pemerintah desa, Fatayat NU, Muslimat NU, GP. Ansor, IPNU-IPPNU, Linmas keamanan desa, dan tim media.
Semua elemen tersebut bekerja bersama dalam satu kegiatan, meskipun berasal dari latar belakang dan fungsi yang berbeda.
Sementara itu, kerja tim lebih terlihat pada kegiatan di kampus seperti penyusunan proposal pengabdian masyarakat dalam satu kelompok. Tugas dibagi secara spesifik yakni, ada yang membuat sampul, mengetik, mencari data, dan mendesain layout.
“Itu bentuk kerja sama dalam satu tim yang saling melengkapi dalam keterampilan,” tambahnya.
Di akhir pelatihan, Khoirul menyampaikan bahwa keterampilan utama yang harus dimiliki dalam kolaborasi dan kerja tim meliputi komunikasi yang baik, empati, kemampuan mendengarkan secara aktif, saling menghargai dan toleransi, kejujuran, serta rasa tanggung jawab.
“Untuk membangun kerja tim yang solid, menurutnya, diperlukan beberapa langkah penting, seperti memperlancar komunikasi, menumbuhkan rasa memiliki, memperjelas peran dan tanggung jawab, menetapkan target bersama, mengapresiasi setiap kontribusi, serta menyusun alur kerja yang jelas,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk membangun kolaborasi butuh sejumlah langkah. Mulai dari menentukan tujuan bersama, susun tim kolaboratif, bagi peran dan tanggung jawab, gunakan alat kolaboratif digital seperti grup WhatsApp.
Tak kalah pentingnya tetapkan timeline dan deadline, lakukan evaluasi berkala, serta jangan lupa beri apresiasi dan lakukan perbaikan.
“Kolaborasi itu tentang saling melengkapi demi mencapai tujuan bersama,” imbuhnya. (*)












