CARA SMAN 1 Donorojo Jepara Dongkrak Kualitas SDM, Guru Dibekali Ketrampilan Menulis Karya Ilmiah

Guru SMAN 1 Donorojo mendengarkan materi penulisan karya tulis ilmiah yang disampaikan praktisi penulisan yang juga dosen Unnes M Shokeh (Foto:Ist)
Guru SMAN 1 Donorojo mendengarkan materi penulisan karya tulis ilmiah yang disampaikan praktisi penulisan yang juga dosen Unnes M Shokeh (Foto:Ist)

HALO JEPARA- SMAN 1 Donorojo Jepara berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga pengajar di sekolah yang berlokasi di kawasan perbatasan dengan Kabupaten Pati ini.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni membekali guru dengan ketrampilan menulis karya ilmiah.

Terkait hal itu, pihak sekolah mendatangkan praktisi penulisan karya ilmiah. Ada dua praktisi yang menjadi narasumber workshop penulisan karya ilmiah ini.

Mereka adalah dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Semarang (Unnes), Mukhamad Shokeh yang menjadi pemateri penulisan dan publikasi karya ilmiah.

Pemateri lainnya mahasiswa Kajian Sejarah S2 Unnes Dian Ardiansyah yang menyampaikan tentang penulisan karya ilmiah populer di media massa.

Kepala SMAN 1 Donorojo Puji Ningrum menyerahkan kenang-kenangan kepada pemateri penulisan karya tulis ilmiah M Shokeh. (Foto:Ist)
Kepala SMAN 1 Donorojo Puji Ningrum menyerahkan kenang-kenangan kepada pemateri penulisan karya tulis ilmiah M Shokeh. (Foto:Ist)

Kepala SMAN 1 Donorojo Puji Ningrum mengatakan ada banyak manfaat yang didapat dari aktivitas menulis. Selain memperkuat budaya literasi di lingkup sekolah juga bisa menunjang karier guru.

LIHAT JUGA :  Pelajar di Jepara Setuju Aturan Penyediaan Alat Kontrasepsi, Guru Menolak, Ini Kata Anggota Dewan

Menurutnya, kesulitan yang dialami guru untuk menghasilkan karya tulis ilmiah menjadi ganjalan saat mengajukan kenaikan pangkat.

“Syarat kenaikan pangkat harus ada karya tulis ilmiah atau publikasi ilmiah dari guru. Kami ingin punya trik atau cara mengatasi berbagai persoalan yang dirasakan para guru agar bisa produktif menghasilkan karya tulis,” ujar Puji Ningrum, Rabu (22/1/2025).

Puji berharap lewat kegiatan ini para guru punya bekal strategi dan skill untuk menghasilkan karya tulis.

“Kami punya target minimal guru punya tulisan yang dipublikasikan baik digital maupun cetak,” kata Puji.

Puji berharap lewat workshop ini, kemampuan guru untuk memetakan aktivitas yang bisa menjadi inspirasi tulisan meningkat. Tak hanya itu, para guru juga punya wawasan terkait pemanfaatan media, metode atau strategi pembelajaran informatif dan interaktif saat mengajar di kelas.

LIHAT JUGA :  SMK Fadlun Nafis - Diskopukmnakertrans Jepara Bersinergi untuk Siapkan Tenaga Kerja Berdaya Saing

“Siapa tau karyanya guru SMAN 1 Donorojo ini bermanfaat karena memberi informasi berguna bagi pembaca,” kata dia.

Pemateri workshop Mukhamad Shokeh mengungkapkan, sebenarnya para guru mempunyai kebiasaan menulis dalam aktivitas keseharian. Namun masalah utama adalah memulai kalimat atau kata awal tulisan. Kesulitan itu akhirnya memunculkan kesan jika menulis itu sulit.

“Lewat pelatihan ini, kita urai persoalan itu.  Menulis itu tidak susah asal punya kesungguhan untuk memulainya,” katanya.

Menurut Shokeh, guru punya potensi menghasilkan karya tulis. Sebab aktivitas pembelajaran dan pengajaran dekat dengan budaya literasi.

Persoalannya, menurut Shokeh para guru mau menuliskan apa yang dilakukan. Jika sudah dimulai tinggal menambahkan dengan konteks yang relevan dengan tema tulisan.

Jika bisa disesuaikan dengan tren kebutuhan mama akan menjadi tulisan ilmiah yang penting.

LIHAT JUGA :  5 Hari Sekolah Punya Dampak Negatif, Pemkab Jepara Tetap Berlakukan Kebijakan 6 Hari Sekolah

“Lembaga riset membuka peluang guru untuk menuangkan karyanya baik di artikel populer maupun jurnal. Jadi ruang bagi guru untuk menuangkan karya tulisnya masih terbuka lebar,* tandasnya. (*)