FAKTA Padi Tahan Salinitas di Jepara, Panen Melonjak hingga 9 Ton per Hektare

FAKTA Padi Tahan Salinitas di Jepara, Panen Melonjak hingga 9 Ton per Hektare
FAKTA Padi Tahan Salinitas di Jepara, Panen Melonjak hingga 9 Ton per Hektare

FAKTA Padi Tahan Salinitas di Jepara, Panen Melonjak hingga 9 Ton per Hektare

HALO JEPARA – Panen padi biosalin digelar di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Jumat (24/04/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan berbasis inovasi teknologi pertanian, khususnya di lahan dengan tingkat salinitas tinggi.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menuturkan bahwa panen biosalin varietas 1 dan 2 merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan BRIN yang kini mulai didiseminasikan di wilayah Jepara.

“Varietas ini mampu menghasilkan hingga 9 ton per hektare dan memiliki ketahanan tinggi terhadap lahan asin serta salinitas tinggi di lahan marginal,” ujarnya.

LIHAT JUGA :  Jumlah Warga Miskin Jepara 80.840 Jiwa, Kepala OPD - Camat Diinstruksikan Turun ke Desa

Ia juga menjelaskan bahwa masa tanam padi biosalin relatif singkat, yakni sekitar 85 hingga 104 hari, sehingga dinilai lebih efisien dibandingkan varietas lain.

Menurutnya, riset terhadap varietas ini akan terus dikembangkan guna mendongkrak produksi beras nasional.

“Ke depan, masih banyak produk pangan lain, termasuk pangan olahan, yang bisa kita kembangkan dari hasil inovasi ini,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan RI, Widiastuti, menilai padi biosalin sebagai inovasi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Inovasi ini sangat baik karena mampu meningkatkan produktivitas melalui varietas unggulan dan selaras dengan program nasional ketahanan pangan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan bahwa pengembangan padi biosalin merupakan bagian dari upaya membangun kawasan ketahanan pangan di Kabupaten Jepara.

LIHAT JUGA :  Jepara Rasa Bali, Ada Arak-arakan Ogoh-ogoh, Ini Jadwal dan Rutenya

“Secara umum, sektor pertanian di Kabupaten Jepara menunjukkan kinerja yang cukup baik. Kami memiliki lahan baku sawah seluas 25.640 hektare,” jelasnya.

Ia memaparkan, pada tahun 2025 luas panen padi di Jepara mencapai 44.709 hektare dengan produksi sebesar 257.878 ton gabah kering panen atau setara 139.254 ton beras. Angka tersebut menunjukkan produktivitas rata-rata 5,2 ton per hektare.

“Sementara pada tahun 2026 hingga bulan Maret, tercatat panen seluas 7.292 hektare dengan produksi mencapai 47.777 ton gabah kering panen atau setara 25.799 ton beras. Data ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan daerah kami relatif terjaga,” pungkasnya.

Panen padi biosalin ini diharapkan menjadi solusi inovatif bagi wilayah pesisir dan lahan marginal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan produktif.