Wakil Rakyat Asal Jepara Ini Target Ratusan Pelaku Usaha Naik Kelas, Genjot Akselerasi Sertifikasi Halal

Wakil rakyat asal Jepara ini Target Ratusan Pelaku usaha Naik Kelas
Wakil rakyat asal Jepara ini Target Ratusan Pelaku usaha Naik Kelas

Wakil Rakyat Asal Jepara Ini Target Ratusan Pelaku Usaha Naik Kelas, Genjot Akselerasi Sertifikasi Halal

HALO JEPARA– Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H Abdul Wachid menggelar serap aspirasi dan sekaligus temu konsultasi layanan produk halal makanan dan minuman bagi pelaku UMKM masyarakat Desa Suwawal Barat Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jepara Khoirul Anam, perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kepala Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi Jawa Tengah, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) UNISNU Jepara, Pengawas Jaminan Produk Halal Kabupaten Jepara, serta 230 pelaku usaha.

Menurut Abdul Wachid, upaya jemput bola ini untuk memudahkan para pelaku usaha di Jepara memperoleh sertifikasi halal. Kerjasama tersebut menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) serta Pemerintah Kabupaten Jepara yang merupakan mitra kerja Komisi VIII DPR RI.

LIHAT JUGA :  Komisi VIII DPR Dorong Proses Tukar Guling Lahan untuk Embarkasi Haji di Demak Rampung 2025, Pembangunan 2026

“Sertifikasi produk halal bagi pelaku UMKM di Jepara wajib hukumnya. Kolaborasi luar biasa ini diharapkan mampu membangun ekosistem percepatan sertifikasi halal nasional yang terus berkelanjutan di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Jepara,” kata wakil rakyat asal Margoyoso Kalinyamatan Jepara ini.

Abdul Wachid mengingatkan sertifikat jaminan produk halal ini sangat penting bagi pelaku usaha untuk bisa meningkatkan citra positif tentang penjaminan produk, membangun kepercayaan konsumen, dan memperkuat branding makanan khas Jepara.

Selain itu, program bantuan tambahan modal bagi pelaku usaha yang membutuhkan juga digenjot, sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan, selain untuk mendorong UMKM naik kelas.

“Ini adalah upaya kami jemput bola untuk memudahkan para pelaku usaha, khususnya UMKM di Desa Suwawal. Tidak hanya layanan informasi, namun juga pendampingan sertifikasi produk halal,” jelas wakil rakyat asal Partai Gerindra ini.

Wakil rakyat asal Jepara ini Target Ratusan Pelaku usaha Naik Kelas
Wakil rakyat asal Jepara ini Target Ratusan Pelaku usaha Naik Kelas

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, kegiatan ini sangat strategis, tidak hanya dalam rangka memperkuat sinergi pusat dan daerah serta mempercepat implementasi kebijakan Wajib Halal 2026. Lebih dari itu, juga sangat penting untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Jepara.

LIHAT JUGA :  Jepara, Ashabiyyah dan Resolusi Damai 2026

Kabupaten Jepara memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama pada sektor industri pengolahan, UMKM, perikanan, hingga ekonomi kreatif. Maka penguatan ekosistem halal menjadi sangat relevan untuk meningkatkan daya saing daerah.

Dalam rentang waktu itu, pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,22 persen menjadi 5,91 persen, tingkat kemiskinan turun dari 6,09 persen menjadi 5,79 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 74,90.

“Ini menunjukkan bahwa pembangunan di Jepara berjalan pada arah yang tepat, termasuk dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat,” terang Mas Wiwit.

Pada program UMKM Naik Kelas, telah dilakukan pembinaan terhadap 180 pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saingnya. Selain itu, pemerintah juga telah memberikan pelatihan dan
fasilitasi kepada 452 UMKM, termasuk dukungan sarana usaha.

LIHAT JUGA :  Menimbang Ulang Peternakan Babi dan Masa Depan Agribisnis Halal di Jepara

Sejalan dengan itu, rasio wirausaha di Kabupaten Jepara meningkat signifikan dari 3,19 persen menjadi 5,92 persen. Sedangkan nilai investasi daerah selama tahun 2025 mencapai hampir Rp2 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 36.550 orang.

“Capaian tersebut tentu harus kita dorong lebih baik lagi. Salah satu kunci agar UMKM kita benar-benar naik kelas adalah dengan memastikan bahwa produk yang dihasilkan memiliki standar kualitas yang terjamin,
termasuk melalui sertifikasi halal,” tegasnya. (*)