ALASAN Seni Ukir Jepara Layak Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, Bupati: Kekayaan Intelektual Leluhur Bangsa

ALASAN Seni Ukir Jepara Layak Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, Bupati: Kekayaan Intelektual Leluhur Bangsa
ALASAN Seni Ukir Jepara Layak Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, Bupati: Kekayaan Intelektual Leluhur Bangsa

HALO JEPARA- Alasan seni ukir Jepara layak jadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Pemkab Jepara yakin upaya menjadikan seni ukir masuk dalam catatan WBTB UNESCO ini beralasan. Sebab, seni ukir dari Jepara merupakan bukti kekayaan warisan leluhur bangsa.

Hal tersebut dikatakan Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo saat silaturahmi di kediaman Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, Selasa (25/3/2025) malam. Ia didampingi Asisten I Sekda Jepara Ratib Zaini dan Asisten II Sekda Jepara, Hery Yulianto.

Turut hadir dalam pertemuan itu Prof. Ismunandar, mantan Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Hubungan Antar Lembaga RI ini nantinya turut membantu memperjuangkan seni ukir Jepara menjadi WBTB yang tercatat di UNESCO.

LIHAT JUGA :  Jadwal Bioskop Jepara Minggu 23 Februari 2025, Film Rahasia Rasa Garapan Hanung Bramantyo Angkat Warisan Resep Presiden Soekarno

“Nantinya yang turut membantu memperjuangkan ukir Jepara menjadi WBTB di UNESCO adalah Bu Rerie dan Prof. Ismunandar,” ujar Mas Wiwit, sapaan akrab Witiarso Utomo.

Dirinya mengungkapkan, sebelumnya pada tahun 2017 Bosnia dan Herzegovina lebih dulu mencatatkan WBTB karya ukir di negara tersebut yakni Konjic Woodcarving ke UNESCO.

Oleh sebab itu, terkait pencatatan WBTB karya ukir Jepara nantinya akan dilakukan Join Nomination dengan negara tersebut. Istilah ini dalam konteks UNESCO merujuk pada pencalonan suatu warisan budaya atau alam untuk masuk dalam daftar Warisan Dunia (World Heritage) oleh lebih dari satu negara.

“Terkait persiapannya, Pemkab Jepara akan dibantu oleh Bu Rerie (sapaan karib Lestari Moerdijat) dan timnya, yang jelas Bu Rerie sudah menyiapkan naskah akademik dan bahan lainnya termasuk nanti pengusulan ke UNESCO,” tuturnya.

LIHAT JUGA :  Bumdesma di Jepara Diwacanakan Garap Progam MBG

Terkait itu, Lestari Moerdijat pun berkomitmen akan memperjuangkan hal tersebut semaksimal mungkin. Sebab seni ukir Jepara merupakan kekayaan intelektual warisan leluhur. Dalam webinar bertajuk “Mengukir Masa Depan: Legenda Ukiran Jepara di ajang JIFBW 2025, yang digelar pada Rabu, 12 Maret 2025 lalu, ia menuturkan Jepara sudah dikenal sebagai penghasil ukiran Indah.

Bahkan, dalam periode 80-90an karya dari Jepara begitu menonjol di berbagai acara dan selalu muncul dalam ruang-ruang di berbagai acara.

Termasuk di sudut ruang tamunya sendiri yang juga dihiasi ragam karya ukir Jepara, ia mengatakan ukiran-ukiran tersebut terbaru ia beli di pameran Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) yang baru digelar dua pekan lalu di Jepara. (*)

LIHAT JUGA :  Ini Pesona Sendang Kali Ngetuk Banjaragung, Air Jernih Tiket Cuma Rp 3000, Pemkab Jepara Siap Bantu Fasilitas