Daftar 16 Korban Meninggal Bencana Longsor di Petungkriyono Pekalongan Jateng, 3 Orang Dilaporkan Hilang

Daftar 16 Korban Meninggal Bencana Longsor di Petungkriyono Pekalongan Jateng, 3 Orang Dilaporkan Hilang. (Foto:Ist)
Daftar 16 Korban Meninggal Bencana Longsor di Petungkriyono Pekalongan Jateng, 3 Orang Dilaporkan Hilang. (Foto:Ist)

HALO JATENG  – Daftar 16 korban meninggal dunia akibat tanah longsor yang terjadi di Desa Kasimpar Kecamatan Petungkriyono Kabupatebn Pekalongan, Jawa Tengah. Usia korban meninggal ini beragam, mulai dewasa hingga bawah lima tahun (balita).

Banjir disertai tanah longsor di Desa Kasimpar, Petungkriyono Pekalongan terjadi Senin (20/1) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Desa Kasimpar. Karena tanah di lokasi labil hingga akhirnya memicu terjadinya longsor.

Berdasar data dari Pusdalops BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BNPB yang dirilis Selasa (21/1/2025), selain belasan korban meninggal, ada juga tiga orang yang dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian tim gabungan.

Selain itu, banjir disertai tanah longsor di Petungkriyono Pekalongan ini juga mengakibatkan 10 warga mengalami luka. Mereka langsung dirujuk ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan intensif.

LIHAT JUGA :  Bincang Inspiratif Hari Kartini, Ini Kata 5 Perempuan Hebat, Mulai Waket MPR, Wakil Menteri Hingga Istri Bupati Jepara

Bencana longsor di Petungkriyono Pekalongan itu juga mengakibatkan dua unit rumah warga dalam kondisi rusak berat, dua jembatan rusak dan tiga kendaraan rusak berat setelah terseret banjir disertai material longsoran.

“Kerugian materiil dalam proses pendataan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (21/1/2025).

10 Daerah di Jateng Diterjang Banjir dan Longsor, Ribuan Warga Mengungsi. Terlihat mobil yang terseret banjir bandang disertai tanah longsor di Petungkriyono Pekalongan.(Foto:Is)
10 Daerah di Jateng Diterjang Banjir dan Longsor, Ribuan Warga Mengungsi. Terlihat mobil yang terseret banjir bandang disertai tanah longsor di Petungkriyono Pekalongan.(Foto:Is)

BNPB, kata Muhari mengimbau warga mewaspadai longsor susulan. Warga diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Terlebih mereka yang tinggal di dekat lereng dan tebing, harus rajin memantau secara berkala kondisi tanah yang ada di sekitar rumah.

Warga juga diminta melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan terus menerus selama dua jam atau lebih.

Sebab merujuk prakiraan cuaca BMKG tiga hari ke depan hingga (23/1) wilayah Kabupaten Pekalongan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

LIHAT JUGA :  10 Pekerjaan Paling Dibutuhkan di Tahun 2025, Nomor 6 Ada Sisi Kemanusiaan

“Hal itu dapat memicu terjadinya banjir banjar bandang dan tanah longsor,” ujar Muhari.

Daftar 16 korban meninggal akibat tanah longsor di Petungkriyono Pekalongan:  

1. Revalina (P) 19 tahun.

2. Suyati (P)

3. Kiki Pramudita (L) 23 tahun.

4. Sutar (L) 49 tahun.

5. Riyanti (L) 50 tahun.

6. Ayat (L) 27 tahun.

7. Sumeri (L) 30 tahun.

8. Doni (L) 27 tahun.

9. Winarko (L) 27 tahun.

10. Supari (L) 37 tahun.

11. Sularso (L) 44 tahun.

12. Inawati (P) 23 tahun.

13. Afkar (L) 4 tahun.

14. Husnul Cholifah (P) 35 tahun.

15. Aurel (P) 15 tahun.

16. Rokhim (L) 40 tahun

LIHAT JUGA :  Kata Petinggi Tempur Usai Terima Bantuan Terdampak Banjir dan Longsor dari KALIMASADA: Bangun Kembali Infrastruktur yang Rusak

* 3 korban hilang (masih dalam pencarian)

* 10 korban lukadi rujuk ke Puskesmas dan RSUD terdekat

*Kerugian Materil :* (Pendataan)

* 2 unit rumah rusak berat

* 2 jembatan rusak

* 3 unit kendaraan roda empat rusak berat

Sumber BNPB