DAFTAR Pemenang Lomba Ukir Jepara, Ada Lima Kategori Diikuti 725 Peserta

DAFTAR Pemenang Lomba Ukir Jepara, Ada Lima Kategori Diikuti 725 Peserta
DAFTAR Pemenang Lomba Ukir Jepara, Ada Lima Kategori Diikuti 725 Peserta

DAFTAR Pemenang Lomba Ukir Jepara, Ada Lima Kategori Diikuti 725 Peserta

HALO JEPARA- Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyerahkan hadiah dan apresiasi kepada para pemenang Semarak Budaya Lomba Ukir dan Lomba Mewarnai Motif Ukir Pelajar, serta Lomba Cipta Karya Cinderamata Ukir di Gedung Shima komplek Setda Jepara, Kamis (11/9/2025).

Para pemenang ini merupakan yang terbaik dari lima kategori yang dilombakan saat lomba yang diikuti 725 peserta dan digelar di objek wisata Pantai Kartini Jepara, Sabtu (30/08/2025)

Berikut daftar pemenang

Kategori SLTA : Juara 1 Oki Saputra SMA Nurul Muslim Batealit, Juara 2 B. Aditya Yahya MA Nafa Petekeyan, Juara 3 Farid Minfadhli SMK Negeri 2 Jepara, Harapan 1. Sholihin SMA N 1 Tahunan, dan harapan 2 Juvan Jayas SMK N 2 Jepara.

Sedangkan untuk kategori Mewarnai Motif Ukir tingkat PAUD/RA : Juara 1 Nadya Allyssa Azzahra TK TA Suwawal 2, Juara 2 Muhammad Latif RA Purwanida, Juara 3 M. Sylan Alqifari, TK Sunan Mantingan, Harapan 1 M. Nizam Arrafisqy TK Tunas Ngasirah, dan Harapan 2 Makiyah Naziha Fadhila TK Terpadu Tamnu Jepara.

LIHAT JUGA :  Delapan Desa di Jepara Bersaing di Lomba Desa 2025, Ini Daftarnya

Juara Lomba Ukir Kategori SMP/MTs juara 1 Rio Cahaya Ramadhan SMP N 1 Mlonggo, Juara 2 Galang Umo Ariana SMP Al Maarif Jepara, Juara 3 Rizki Auliya Putra SMP N 2 Mayong, Harapan 1 Bangun Tegar SMP N 3 Batealit, serta Harapan 2 Umdatun Nisa MTs Matholibul Ulum.

Juara Lomba Ukir SD/MI, Juara 1 SD Negeri 3 Kawak Arzha, juara 2 SD N Sukodono Raya Wahyu Ramadhan, Juara 3 SD N 3 Bulungan Pakisaji Umarul Yahya Al Fahrul, Harapan 1 SDN 1 Krasak Bangsri Rizka Aulia Jasmine, Harapan 2 SD N 2 Sukodono Aisyah.

Sementara Lomba Cipta Karya Cinderamata Ukir Berbahan Limbah, Juara 1 Miftachurrohman (Krapyak Tahunan, Juara 2 Subandi (Slagi), Juara 3 Syofiq (Banjaran) Harapan 1 Mukodi (Tegalsambi), Harapan 2 Suyono (Bulungan), Disamping itu pada kategori ini terdapat peserta 5 favorit yaitu Agus Riyadi, Abdul Aziz, Saroni, Sri Maryati dan Sonaji.

LIHAT JUGA :  Ini Pesona Sendang Kali Ngetuk Banjaragung, Air Jernih Tiket Cuma Rp 3000, Pemkab Jepara Siap Bantu Fasilitas

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan lomba ini bagian dari upaya memperkuat predikat Jepara sebagai Pusat Ukir Dunia (The World Carving Center). Menurutnya perlu dukungan semua pihak, agar ukiran dari Jepara mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai WBTB.

Lestari Moerdijat menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan hal tersebut semaksimal mungkin. Mengngat Seni Ukir Jepara merupakan kekayaan intelektual warisan leluhur.

“Secara administratif proses pendaftaran seni ukir Jepara sebagai WBTB UNESCO membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan komunitas yang ada di Jepara,”ujar Mbak Rerie.

Menurut Mbak Rerie, ukiran Jepara tidak hanya sebuah karya seni, tetapi mahakarya dan harus dilestarikan. Selanjutnya, proses pengajuan seni ukir Jepara sebagai WBTB UNESCO melalui mekanisme ekstensi ini masih sangat tergantung pada kesediaan Pemerintah Kota Konjic di Bosnia-Herzegovina.

Rerie sangat berharap, dukungan semua pihak dapat terus diwujudkan, sehingga kearifan lokal masyarakat berupa seni ukir Jepara tetap lestari dan segera diakui sebagai WBTB dunia.

LIHAT JUGA :  Madrasah Alam GPK Jateng Digelar Perdana di Jepara, Bupati Ingatkan Isu Lingkungan

“Pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi dengan Bosnia-Herzegovina, untuk menjadikan ukiran Jepara sebagai WBTB dari UNESCO,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan terkait pencatatan WBTB karya ukir Jepara nantinya akan dilakukan join Nnomination” dengan negara Bosnia Herzegovina. Istilah ini dalam konteks UNESCO merujuk pada pencalonan suatu warisan budaya atau alam untuk masuk dalam daftar Warisan Dunia (World Heritage) oleh lebih dari satu negara.

Proses pengusulan Warisan Budaya Takbenda maupun warisan benda untuk menjadi warisan budaya yang diakui oleh UNESCO bukanlah perkara yang mudah. Namun, bukan berarti tidak bisa dilakukan.

“Terkait persiapannya, Pemkab Jepara akan dibantu oleh Bu Lestari Moerdijat bersama timnya. Yang jelas Bu Rerie sudah menyiapkan naskah akademik dan bahan lainnya termasuk nanti pengusulan ke UNESCO,” jelasnya. (*)