Excavator Dikerahkan Bersihkan Material Longsor di Tempur, Gus Hajar Pastikan Pemerintah Hadir untuk Masyarakat
HALO JEPARA- Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar) didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Arwin Noor Isdiyanto Kabupaten, turun langsung meninjau penanganan longsor yang terjadi di Desa Tempur Kecamatan Keling, Senin (12/1/2026).
Kehadiran Gus Wabup sapaan akrabnya, merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Jepara dalam merespons cepat aduan masyarakat sekaligus memastikan penanganan teknis di lapangan berjalan dengan baik.
Hal ini dilakukan agar akses dan aktivitas warga Desa Tempur dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebelum menuju ke sungai Kaliombo Desa Tempur yang terkena dampak serius longsor, Gus Wabup menyapa para relawan yang berada di Posko Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Ia juga menyerahkan bantuan logistik untuk para relawan yang berada di lokasi.
Kemudian Gus Wabup, meninjau menuju ke Sungai Kaliombo Desa Tempur. Alat berat ekskavator dikerahkan untuk membersihkan material longsor.
Sebetulnya, Gus Wabup ingin naik lagi ke Desa tempur. Menurut penjelasan Camat Keling Lulut Andi Ariyanto, kondisi yang tidak memungkinkan dan terlalu berisiko untuk naik ke Desa Tempur.
Langkah penanganan darurat lakukan segera, tetapi yang lebih penting adalah antisipasi jangka panjang. Pemkab Jepara berkomitmen mencari solusi permanen agar longsor tidak lagi terjadi di kawasan Desa Tempur.
Rencana penanganan mencakup pengalihan aliran sungai serta pembuatan jalan baru pada badan jalan yang hilang sepanjang ± 4,5 meter. Direncanakan tiga unit ekskavator akan diturunkan ke lokasi, serta pohon-pohon yang berada di tengah aliran sungai akan dibersihkan. Aliran sungai yang berada dekat dengan badan jalan akan dipindahkan seluruhnya.
Untuk jembatan sebelum lokasi “Ndank Ngopi”, saat ini belum dapat dilakukan pengukuran karena kondisi jembatan putus dan badan jalan hilang. Sehingga akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi bagian atas lokasi tersebut masih rawan atau tidak, mengingat apabila masih rawan, berpotensi terjadi runtuhan kembali.
Intensitas hujan deras, sedikit menghambat aktivitas warga. Meski begitu, para relawan dan seluruh stakeholder saling bahu membahu terus bekerja keras untuk memulihkan akses satu-satunya warga Desa Tempur tersebut. Bencana alam bisa terjadi kapan saja, bencana alam adalah urusan kita bersama. (*)












