Tak Harus ke Imigrasi Pati, Calon Jemaah Haji 2026 Cukup Urus Paspor di Kemenag Jepara, Ini Caranya

Tak Harus ke Imigrasi Pati, Calon Jemaah Haji 2026 Cukup Urus Paspor di Kemenag Jepara, Ini Caranya
Tak Harus ke Imigrasi Pati, Calon Jemaah Haji 2026 Cukup Urus Paspor di Kemenag Jepara, Ini Caranya

Tak Harus ke Imigrasi Pati, Calon Jemaah Haji 2026 Cukup Urus Paspor di Kemenag Jepara, Ini Caranya

HALO JEPARA– Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati menggelar layanan Eazy Passport khusus bagi Calon Jamaah Haji (CJH) tahun 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kemenag Jepara mulai Senin – Kamis (15-18/9/2025).

Eazy Passport merupakan program inovatif pelayanan “jemput bola” dari Kantor Imigrasi yang mempermudah masyarakat dalam proses penerbitan paspor. Alih-alih datang ke kantor imigrasi, para calon jamaah cukup hadir di lokasi yang telah disiapkan, sementara petugas imigrasi datang langsung memberikan pelayanan.

LIHAT JUGA :  34 UMKM Semarakkan Bangsri Fest,  Diproyeksikan Bisa Naik Kelas

Pelayanan di Jepara kali ini melibatkan 8 petugas imigrasi yang secara bergantian melayani jamaah sesuai jadwal. Kepala Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin, bersama Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Siti Zuliyati, hadir memantau jalannya layanan.

Ketika meninjau pelayanan, Akhsan Muhyiddin mengatakan bahwa kehadiran layanan Eazy Passport merupakan wujud sinergi pemerintah dalam memberikan pelayanan prima kepada jamaah haji. Ia menambahkan, “Kami berharap program ini semakin memudahkan calon jamaah haji Jepara, sehingga mereka bisa lebih fokus mempersiapkan ibadah dengan tenang dan khusyuk.”

Adapun jadwal pelayanan dibagi berdasarkan kelompok bimbingan ibadah haji (KBIHU) maupun non-KBIHU. Pada Senin (15/9), layanan diberikan untuk KBIHU Masalikil Huda, Al-Kholidiyyah, Al-Multazam, Arafah, dan Walisongo. Selasa (16/9), untuk KBIHU Darurrohman, Muhammadiyah, serta Al-Firdaus. Rabu (17/9), giliran KBIHU NU, Jabal Nur, dan kelompok Non KBIHU. Sedangkan Kamis (18/9), pelayanan diperuntukkan bagi kelompok Non KBIHU serta KBIHU Nurul Baroroh.

LIHAT JUGA :  Jepara, Ashabiyyah dan Resolusi Damai 2026

Siti Zuliyati menegaskan pentingnya kedisiplinan jamaah dalam mematuhi jadwal yang telah ditetapkan. Ia menuturkan, “Kami mengimbau agar seluruh jamaah hadir 30 menit sebelum jadwal dengan membawa dokumen asli berupa KTP, KK, serta salah satu dari akta kelahiran, ijazah, atau buku nikah. Hal ini penting untuk memperlancar verifikasi dokumen dan menghindari keterlambatan.”

Ia juga berharap, melalui program ini para calon jamaah haji Jepara merasa lebih terbantu dan semakin siap secara administrasi maupun spiritual. “Kemenag Jepara berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, agar persiapan haji masyarakat dapat berjalan lancar dan penuh keberkahan,” pungkasnya. (NH)