ALASAN Kiai Ubaidillah Shodaqoh Layak Diajukan Jadi Rais Aam PBNU

ALASAN Kiai Ubaidillah Shodaqoh Layak Diajukan Jadi Rais Aam PBNU
ALASAN Kiai Ubaidillah Shodaqoh Layak Diajukan Jadi Rais Aam PBNU

ALASAN Kiai Ubaidillah Shodaqoh Layak Diajukan Jadi Rais Aam PBNU

Oleh Dr. M. Kholidul Adib, MSI.
(Kader Muda NU dan Sekretaris Yayasan Ki Ageng Pandanaran Semarang)

HALO JATENG- Menjelang perhelatan Muktamar NU ke-35 pertengahan 2026, sepertinya perlu penataan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) untuk memperkuat Mustasyar agar lebih berfungsi optimal.
Belajar dari prahara elit PBNU akhir tahun lalu ketika terjadi sengketa antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dan nyaris buntu akhirnya bisa diselesaikan dengan keterlibatan aktif para kiai sepuh di kelembagaan Mustasyar.

Penguatan Mustasyar

Mustasyar umumnya diisi oleh para ulama sepuh yang terpilih dalam Muktamar menjadi anggota Ahlul Hal wal Aqdi (AHWA) dalam arti walau sangat mungkin salah satu anggota AHWA menjadi Rais Aam.

Para ulama yang terpilih dalam AHWA kemudian masuk ke jajaran Mustasyar, maka opsi memperkuat Mustasyar patut diperhitungkan mengingat yang mengangkat Rais Aam adalah anggota AHWA yang kemudian duduk di Mustasyar, ditambah para kiai atau bu nyai sepuh yang memenuhi kriteria untuk mengisi posisi Mustasyar.

LIHAT JUGA :  ALASAN Rais Syuriah PWNU Jateng Tolak Full Day School, Gandeng FKDT Suarakan Penolakan

Kisruh elit PBNU akhir tahun lalu sangat memprihatinkan warga NU sekaligus membuat banyak warga NU merasa malu (apalagi kekisruhan dipicu oleh persoalan pengelolaan tambang).

Dengan kata lain banyak warga NU yang mulai berani memberikan evaluasi terhadap kepemimpinan elit PBNU dan berusaha mencari figur baru untuk mengisi jabatan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

Warga NU di Jawa Tengah pun mulai mendiskusikan siapa saja tokoh NU dari Jawa Tengah yang memenuhi kriteria untuk diajukan sebagai kandidat Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

KH Ubaidillah Shodaqoh Diajukan sebagai Rais Aam

Salah satu tokoh muda yang berpikir kritis dan berani menyodorkan nama baru sebagai kandidat Rais Aam PBNU adalah KH Abdul Basith, Lc, Pengasuh Pesantren al-Ma’wa Ngaliyan Semarang yang juga aktif sebagai Wakil Katib Syuriah PWNU Jawa Tengah.

LIHAT JUGA :  SOSOK Ketua PAC IPNU IPPNU Kecamatan Batealit Masa Khidmah 2025-2027, Tegaskan Komitmen Ini

Ulama muda alumni Futuhiyyah Mranggen dan menamatkan S1 di Universitas Al-Azhar Mesir ini terang-terangan telah menyodorkan nama KH Ubaidillah Shodaqoh, Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah (2008-sekarang) untuk diusung sebagai Rais Aam PBNU.

Menurut Kiai Abdul Basith, KH Ubaidillah Shodaqoh memenuhi kriteria untuk diajukan sebagai Rais Aam PBNU. Beliau dikenal sebagai Kiai yang alim ilmu agama, penguasaan kitab kuning bagus dan sangat peduli dengan kondisi umat NU yang rata-rata hidup di pedesaan sebagai petani, nelayan, buruh dan pekerja kasar.

Kiai Ubaidillah Shodaqoh juga dikenal sebagai ulama yang peduli dengan lingkungan hidup seperti musibah abrasi pantai di sepanjang pesisir pantura dan memberikan advokasi kepada aktivis lingkungan yang terkena masalah hukum.

Kiai Ubaidillah Shodaqoh adalah ulama yang dibesarkan di lingkungan ulama dan pesantren. Ayahnya KH Shodaqoh Hasan adalah Rais Syuriah PCNU Kota Semarang tahun 1979 hingga 1982. Beliau keturunan ulama dan orang-orang shaleh.

LIHAT JUGA :  KH Ahmad Fauzan, Ulama Birokrat dan Penyambung Relasi Agama Negara

Sejumlah dokumen menyebut KH Ubaidillah Shodaqoh masih keturunan Sunan Kalijaga dan Sunan Pandanaran. Jadi amat wajar dan bisa dimengerti jika keberpihakan kepada nasib umat begitu nyata karena darah pejuang mengalir deras dalam tubuhnya.

Dengan kata lain, dari sisi keluarga, keilmuan dan keberpihakan kepada nasib umat, Kiai Ubaidillah Shodaqoh adalah sosok yang tidak diragukan lagi untuk diajukan sebagai Rais Aam PBNU dalam Muktamar NU ke-35 pertengahan 2026. (*)