Prabowo Pidato di PBB Singgung Solusi Palestina dan Israel, Diwarnai Mikrofon Mati, Presiden Prancis Kepalkan Tangan
HALO JEPARA- Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan solusi dua negara Israel dan Palestina di konferensi tingkat tinggi (KTT) yang digelar di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Senin (22/9) waktu AS.
Ada sejumlah momen yang terjadi seiring pidato Presiden Prabowo di forum tingkat tinggi PBB. Mulai dari insiden mikrofon mati hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengepalkan tangan usai pidato Prabowo di sidang PBB itu.
Saat pidato, tiba-tiba suara Prabowo terputus setelah ia menyampaikan kalimat, “Kami bersedia menyediakan pasukan perdamaian”.
Meski begitu, Prabowo masih melanjutkan pidatonya. Ia menyampaikan beberapa kata lagi hingga akhirnya menutup pidato perdananya di forum tingkat tinggi PBB tersebut.
Meski mikrofon dimatikan, pidato Presiden Prabowo masih terdengar lantang oleh para delegasi di Aula Sidang Majelis Umum. Ia juga mendapat appalus dan sambutan meriah dari peserta sidang.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengklarifikasi insiden mikrofon Presiden RI Prabowo Subianto yang tiba-tiba mati saat berlpidato di markas PBB Senin (22/9/2025) waktu AS. Penyebabnya bukan gangguan teknis, melainkan aturan prosedural terkait batas waktu.
“Setiap negara diberi waktu lima menit. Jika pidato melebihi batas waktu, mikrofon otomatis dimatikan,” jelas Direktur Informasi dan Media Kemenlu RI, Hartyo Harkomoyo, kepada wartawan, Selasa (23/9/2025).
Insiden serupa rupanya juga dialami Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang berpidato di urutan kedua. Menurut Direktorat Komunikasi Turki, mikrofon Erdogan terputus otomatis karena melewati batas lima menit, terlebih ia sempat berhenti sejenak untuk menerima tepuk tangan hadirin.
Menurut Hartyo, setiap pertemuan PBB memang memiliki aturan khusus, termasuk pembatasan waktu bagi setiap delegasi. Karena melewati durasi yang ditentukan, suara Prabowo tidak terdengar dalam siaran langsung.
“Namun tetap jelas terdengar di dalam ruang sidang,” ujarnya.
Selain insiden mikrofon mati, momen menarik lain seiring pidato Prabowo di PBB adalah terkait respon Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Setelah Prabowo menutup pidatonya terkait pentingnya solusi Palestina-Israel sebagai jalan menuju perdamaian abadi, Presiden Prancis Emmanuel Macron terlihat mengepalkan tangan ke udara. Hal itu dilakukan Macron sebagai bentuk apresiasi atas sikap Presiden Prabowo.
Para delegasi dan hadirin di ruang sidang terlihat memperhatikan gestur yang ditunjukkan Macron.
Sidang tingkat tinggi PBB ini dipimpin (co-chairs) oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.
Forum yang diikuti 33 pemimpin negara dan organisasi internasional, termasuk Uni Eropa dan Liga Arab ini dibuka oleh pimpinan sidang yakni Emmanuel Macron, Pangeran Faisal, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Presiden Majelis Umum PBB Annalena Baerbock, dan juga sambutan secara virtual dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Berikut potongan pidato Presiden Prabowo di sidang tingkat tinggi PBB.
Hari ini dengan bermartabat kita berkumpul untuk mengemban tanggung jawab sejarah kita.
Tanggung jawab ini tidak hanya berbicara tentang nasib Palestina, tetapi juga tentang masa depan Israel, dan juga tentang kredibilitas PBB.
Kami mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa. Oleh karena itu, Indonesia sekali lagi menegaskan kembali komitmennya terhadap solusi dua negara dalam masalah Palestina.
Hanya solusi dua negara yang akan membawa perdamaian. Kita harus menjamin kenegaraan Palestina.
Namun, Indonesia juga menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui negara Israel.
Dan kami akan mendukung semua jaminan keamanan Israel. (*)












