Nasib Lansia di Wonorejo Jepara, Hidup Sebatang Kara Kondisi Hunian Tak Layak, Didatangi Ketua DPRD, Dibantu Bedah Rumah

Nasib Lansia di Wonorejo Jepara, Hidup Sebatang Kara Kondisi Hunian Tak Layak, Didatangi Ketua DPRD, Dibantu Bedah Rumah
Nasib Lansia di Wonorejo Jepara, Hidup Sebatang Kara Kondisi Hunian Tak Layak, Didatangi Ketua DPRD, Dibantu Bedah Rumah

HALO JEPARA+ Nasib lansia di Wonorejo Jepara yang hidup sebatang kara di usia senjanya. Lansia ini tinggal di rumah tak layak huni.

Lansia itu bernama Masriah (71). Ia tinggal di RT 12 RW 03 Desa Wonorejo, Kecamatan Kota Jepara.

Nasib malang yang dialami nenek Masriah diketahui Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna melalui aduan yang disampaikan lewat media sosial TikTok.

Terkait hal itu, Agus Sutisna langsung turun ke lapangan meninjau warga kurang mampu di Desa Wonorejo itu pada Selasa (22/4/25).

Asia lewat pesan langsung (DM) di medsos itu dikirim oleh akun TikTok atas nama Mas Aden, warga Wonorejo.

LIHAT JUGA :  2026, 33 BPR BKK se-Jateng Marger Jadi Bank Syariah, Aset Bisa Tembus Rp12 Triliun

Dalam pesannya, Aden mengabarkan tentang tiga warga di lingkungannya yang sangat membutuhkan perhatian dan bantuan dari pemerintah.

Yang pertama adalah Masriah (71), warga RT 12 RW 03 Desa Wonorejo, Kecamatan Kota Jepara. Warga lanjut usia ini hidup sebatang kara setelah ditinggal wafat suaminya. Satu-satunya anaknya merantau ke Kalimantan sehingga tidak tiap hari ada di samping nenek Masriah.

Kondisi rumah nenek Masriah sangat memprihatinkan, tidak layak untuk dihuni.

Merespons hal ini, Ketua DPRD mengajukan agar nenek Masriah bisa mendapatkan bantuan dari program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) agar bisa tinggal dengan lebih aman dan nyaman.

Aduan kedua terkait lansia bernama Mulyati (61), yang juga tinggal di RT 12 RW 03 Desa Wonorejo.

LIHAT JUGA :  FIX, Tunjangan untuk Ketua RT dan RW Masuk dalam Perubahan APBD Jepara 2024

Ia mengalami kesulitan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari dan belum pernah tercatat sebagai penerima bantuan pemerintah.

Agus Sutisna mengupayakan agar nenek Mulyati segera masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), agar dapat mengakses bantuan sosial secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ahmad Sholikul (42), tukang ukir yang tinggal bersama istri dan dua anaknya, juga mendapat perhatian.

Rumahnya yang kurang layak membuat Ketua DPRD Jepara kembali mengajukan bantuan program bedah rumah (RTLH) demi memastikan keluarga tersebut memiliki tempat tinggal yang layak dan aman dari terpaan cuaca ekstrem.

Kunjungan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan sembako dan uang pembinaan. Ini sebagai bentuk kepedulian langsung Ketua DPRD Jepara terhadap kondisi masyarakat yang dikunjunginya.

LIHAT JUGA :  Inilah Nama 22 Penerima Anugerah Insan Olahraga Jepara Awards 2024, Event Perdana Digelar Saat Hari Pahlawan

Agus Sutisna menyampaikan harapan agar masyarakat tidak ragu memanfaatkan media sosial sebagai saluran aspirasi.

“Media sosial bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Kami akan selalu berusaha cepat tanggap, selama itu untuk kebaikan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Agus Sutisna.