Lirik Lagu Bayar Bayar Bayar yang Viral, Sosok Vokalis Band Sukatani Alumni IAIN Purwokerto, Skripsinya Bikin Netizen Kagum

Lirik Lagu Bayar Bayar Bayar yang Viral, Sosok Vokalis Band Sukatani Alumni IAIN Purwokerto, Skripsinya Bikin Netizen Kagum (Foto Ist/@bem_si)
Lirik Lagu Bayar Bayar Bayar yang Viral, Sosok Vokalis Band Sukatani Alumni IAIN Purwokerto, Skripsinya Bikin Netizen Kagum (Foto Ist/@bem_si)

HALO JEPARA- Lirik lagu Bayar Bayar Bayar viral di dunia nyata dan maya. Potongan video aksi panggung Band Sukatani saat menyanyikan lagu ini bertebaran di berbagai platform media sosial.

Lagu yang dinyanyikan Band Sukatani ini dinilai bisa menyuarakan keresahan warganet terkait ulah oknum polisi yang bukannya menyelesaikan masalah namun malah seakan menambah persoalan baru.

Sebab warganet harus mengeluarkan “fulus” agar urusan mereka lancar tanpa masalah.

Lagu berisi kritik sosial ini membuat nama Band Sukatani yang beraliran punk melambung.

Band Sukatani diawaki dua orang. Yakni Muhammad Syifa Al Lufti sebagai gitaris dan Novi Citra Indriyati sebagai vokalis.

Melansir dari profil Instagram mereka, Lutfi dikenal dengan nama panggung Al atau Alectroguy. Sedang Novi punya nama panggung Twister Angel.

 Berikut ini lirik lagui Bayar Bayar Bayar Band Sukatani:

Mau bikin gigs bayar polisi

Ketilang di jalan bayar polisi

Touring motor gede bayar polisi

Angkot mau ngetem bayar polis

Aduh aduh ku tak punya uang

Untuk bisa bayar polisi

Mau bikin gigs bayar polisi

Lapor barang hilang bayar polisi

Aduh aduh ku tak punya uang

Untuk bisa bayar polisi

Mau korupsi bayar polisi

Mau gusur rumah bayar polisi

Mau babat hutan bayar polisi

Mau jadi polisi bayar polisi

Aduh aduh ku tak punya uang

Untuk bisa bayar polisi

Seiring viralnya lagu Bayar Bayar Bayar, sosol vokalis Band Sukatani juga bikin penasaran netizen.

LIHAT JUGA :  Pesta Miras Pemuda di Jepara Dibubarkan Paksa, Pasangan Mesum Masih Marak di Kos-Kosan

Diketahui, vokalis Sukatani bernama Novi Cintra Indriyati dengan nama panggung Twister Angel.

Ternyata Novi adalah lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah IAIN Purwokerto pada 2017.

Isi skripsi Novi saat masih menempuh pendidikan di IAIN Purwokerto juga bikin netizen melongo.

Novi ]mengangkat topik “Pengembangan Bakat Seni Musik melalui Ekstrakurikuler di MIN Purwokerto Banyumas.”

Dalam skripsi itu, Novi menulis jika punk itu ideologi bukan soal penampilan dan atribut diri.

Motto karya skripsi Novi juga bikin publik kagum. Ia mengutip penyair Wiji Thukul yang isinya keberanian itu butuh dilatih, bukan datang tiba-tiba seperti wahyu Tuhan.

Usai kelar urusan skripsi Novi akhirnya dinyatakan lulus pada 2017 dari IAIN Purwokerto (kini UIN Saizu Purwokerto).

LIHAT JUGA :  Begini Kondisi Jasad yang Ditemukan di Ujungbatu Jepara, Bau Menyengat Ada Lalat

Setelah itu, ia melakoni berbagai aktivitas. Termasuk mengasah lagu bakat musik dan teater yang digelutinya saat masih kuliah di UIN Saizu Purwokerto.

Lalu, pada 2022 ia mulai mengajar di SDIT Mutiara Hati Banjarnegara.

Meskipun aktivitasnya sebagai guru ini harus terhenti sejak 6 Februari 2025. Ia dinyatakan keluar dari SDIT Mutiara Hari berbarengan dengan viralnya lagu Bayar Bayar Bayar yang sempat ditangani oleh Polda Jateng.

Kepala SDIT Mutiara Hati Banjarnegara Ety Endarwati punya kesan tersendiri untuk Novi.

Menurutnya Novi dikenal sebagai wali kelas yang baik. Namun karena ada pelanggaran kode etik pihak sekolah tak bisa mentolerir Novi sehingga diberhentikan dari sekolahan itu.

LIHAT JUGA :  4 Warga Pecangaan Dibekuk Polisi Saat Judi Qiu-qiu, Terancam Maksimal 10 Tahun Penjara

Meski begitu, pihak sekolah sudah membuatkan surat keterangan pernah mengajar.

“Namun hingga kini surat tersebut tidak pernah diambil Novi,” ujar Ety kepada wartawan.

Rektor UIN Saizu Purwokerto, M Ridwan dalam wawancaranya dengan wartawan pada Senin (24/2/2025) menyatakan saat kuliah, Novi memang aktivis teater dan punya minat tinggi dalam pengembangan dunia musik.

Ia tak mempermasalahkan aktivitas itu. Sebab musik memiliki kekuatan untuk menyampaikan kritik sosial secara efektif. Terpenting unsur estetika tetap harus dijunjung tinggi dalam karya itu.

“Musik bagi MMovi tidak hanya sebatas hobi, tetapi juga menjadi bagian dari studi akademiknya. Kalau hari ini menjelma menjadi musisi yang kontennya adalah kritik sosial dan spirit, saya kira itu inline dengan apa yang selama ini dia tekuni di dunia pendidikan,” tandasnya. (*)