LGNOTA Jepara 2025–2030 Diketuai Maftuhatin dan Waket Nur Oshel, Ini Progam Prioritasnya

LGNOTA Jepara 2025–2030 Diketuai Maftuhatin dan Waket Nur Oshel, Ini Progam Prioritasnya
LGNOTA Jepara 2025–2030 Diketuai Maftuhatin dan Waket Nur Oshel, Ini Progam Prioritasnya

LGNOTA Jepara 2025–2030 Diketuai Maftuhatin dan Waket Nur Oshel, Ini Progam Prioritasnya

HALO JEPARA- Pengurus Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGNOTA) Kabupaten Jepara periode 2025–2030 dikukuhkan di Pendopo Kartini, Senin (24/11/2025). Struktur baru ini diharapkan memperkuat pendampingan pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu di Jepara.

Pengukuhan dilakukan oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo melalui Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar. Acara tersebut diikuti perwakilan perangkat daerah, organisasi masyarakat, dan sejumlah mitra LGNOTA.

Susunan kepengurusan terdiri atas Ketua Maftuhatin, Wakil Ketua Nur Osel Kahisha Putri, serta sekretaris dan bendahara masing-masing dua orang. Tiga bidang juga dibentuk, yaitu Penggalangan Orang Tua Asuh dan Penyaluran Bantuan, Organisasi Program dan Data, serta Hubungan Masyarakat.

Ketua LGNOTA Jepara Maftuhatin menyampaikan lembaganya akan melanjutkan pendampingan pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu.

LIHAT JUGA :  Jadwal Imsakiyah Hari Ini di Jepara, 6 Ramadhan 1446 H, Lengkap dengan Niat Puasa dan Bacaan Saat Berbuka

Ia menegaskan perlunya dukungan pemangku kepentingan agar program berjalan menyasar anak rentan, termasuk anak berkebutuhan khusus, anak dari pesisir, serta anak yang belum tersentuh program sosial.

Maftuhatin menyebut masih terdapat anak berisiko putus sekolah di Jepara. Karena itu, jaringan Forum Komunikasi Kelompok Orang Tua Asuh (FKKOTA) di 16 kecamatan akan diperkuat. Ia juga menyinggung pengembangan kemitraan dengan perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, dan relawan pendidikan.

“Kami berkomitmen mendukung wajib belajar sembilan tahun, memperkuat FKKOTA di 16 kecamatan, serta memperluas kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan relawan. Kami juga mendorong gerakan sosial satu ASN satu anak asuh, satu guru satu anak asuh, dan satu dokter satu anak asuh,” ujarnya.

Ketua Umum LGNOTA Jawa Tengah Zaimatun Ali Mufiz mengapresiasi pelantikan tersebut dan meminta pengurus menjaga transparansi pengelolaan bantuan. Ia menilai kolaborasi dengan dinas pendidikan hingga lembaga sosial diperlukan agar bantuan dapat tersalurkan berkelanjutan.

LIHAT JUGA :  Sidak Hari Kedua, Gus Wabup Hajar Datangi Puskesmas dan Kecamatan di Jepara, Ini Temuannya

“Kelola dana asuh yang terkumpul dengan transparan dan akuntabel sehingga kepercayaan masyarakat sebagai orang tua asuh tetap terjaga,” tuturnya.

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyebut masih terdapat anak tidak sekolah atau putus sekolah di Jepara. Ia menilai LGNOTA dapat bersinergi dengan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, termasuk mendukung penanganan anak yang belum terakomodasi melalui program sekolah rakyat.

Gus Hajar sapaan karibnya, menegaskan pentingnya kolaborasi antara LGNOTA dan seluruh elemen masyarakat untuk menekan angka anak tidak sekolah. Pemerintah Kabupaten Jepara berharap kepengurusan baru dapat mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.

“Kami ingin kerja sama ini tidak berhenti pada satu lembaga saja. Semua organisasi dan elemen masyarakat harus dirangkul untuk bersama membangun Jepara, termasuk mengurangi angka anak tidak sekolah,” kata dia.

LIHAT JUGA :  Jadwal Terbaru Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Hasil Pilkada yang Tak Ada Gugatan ke MK, Dilantik 6 Februari 2025, Ini Kata Mas Wiwit dan Gus Hajar

Acara tersebut turut dihadiri Pembina LGNOTA Jepara Laila Saidah Witiarso Utomo, perwakilan Kemenag Jepara, pimpinan perangkat daerah, Baznas Jepara, dan Ikatan Dokter Indonesia setempat. (*)