VIRAL di Medsos Beli Pertalite dan Biosolar Bersubsidi di SPBU Harus Tunjukkan STNK, Ini Jawaban Pertamina

VIRAL di Medsos Beli Pertalite dan Biosolar Bersubsidi di SPBU Harus Tunjukkan STNK, Ini Jawaban Pertamina
VIRAL di Medsos Beli Pertalite dan Biosolar Bersubsidi di SPBU Harus Tunjukkan STNK, Ini Jawaban Pertamina

VIRAL di Medsos Beli Pertalite dan Biosolar Bersubsidi di SPBU Harus Tunjukkan STNK, Ini Jawaban Pertamina

HALO JEPARA- Viral di medsos beli pertalite dan biosolar bersubsidi di SPBU harus tunjukkan STNK. Unggahan ini marak dalam beberapa hari terakhir di berbagai media sosial mulai dari Facebook, X (dulu Twitter) hingga TikTok.

Unggahan ini memicu respon dari warganet. Mayoritas menuding “kebijakan” itu memberatkan dan menyulitkan pemakai BBM bersubsidi.

“Tambah ruwet aturannya,” tulis salah satu akun Facebook.

“Inikah balasan dari negara? Mending sekalian tidak usah bayar pajak sekalian,” timpal akun lainnya di TikTok.

“Kegaduhan” di medsos ini direspon oleh PT Pertamina (Persero).

LIHAT JUGA :  Pameran Mobil Premium Plus Promo Diskon Puluhan Juta Rupiah Hadir di Citraland Semarang, Cek Tanggalnya

Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun saat dikonfirmasi wartawan mengatakan aturan resmi hanya mewajibkan pembeli menunjukkan QR Code dan nomor polisi kendaraan. Itupun berlaku untuk kendaraan roda empat.

Namun ia juga mengakui jika ada beberapa operator/SPBU secara proaktif melakukan tambahan langkah kontrol QR Code Subsidi Tepat dengan melihat plat nomor dan STNK.

“Tapi dari sisi aturan yang diwajibkan, disiapkan untuk pengecekan adalah hanya QR Code dengan nopol,” kata Roberth dikutip dari Kompas com, Senin (29/9/2025).

Menurutnya tidak semua SPBU mewajibkan pemakai Pertalite dan Biosolar menunjukkan STNK. Biasanya hanya diberlakukan di SPBU yang sebelumnya pernah terkoreksi karena ada masalah penyaluran.

LIHAT JUGA :  Anggaran Rp2,65 Miliar Digelontor untuk 469 PJU Enam Kecamatan di Jepara

“Biasanya SPBU yang pernah terkoreksi karena penyaluran tidak tepat sasaran. Langkah proaktif mereka dengan mitigasinya cek nopol dan STNK,” imbuh Roberth.

Robert menambahkan jika permintaan menunjukkan STNK biasanya dilakukan jika ada transaksi yang dianggap tidak wajar. Semisal permintaan pembelian yang tergolong anomali.

“Langkah itu diambil untuk mencegah penyaluran BBM subsidi tidak tepat sasaran,” tandasnya. (*)