Progam MBG di Jateng, Baru 39,81% dari Target 3.228 Unit, Operasional Dilayani SPPG Mitra Hingga Ponpes

SPPG Polres Semarang atau dapur umum MBG yang berada di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.
SPPG Polres Semarang atau dapur umum MBG yang berada di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.

Progam MBG di Jateng, Baru 39,81% dari Target 3.228 Unit, Operasional Dilayani SPPG Mitra Hingga Ponpes

HALO JATENG -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah sudah berjalan. Meski begitu, progres progam andalan Presiden Prabowo Subianto ini masih belum sesuai target.

Salah satu indikasinya, jumlah Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jateng belum mencapai angka ideal yang ditetapkan.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, sacara umum jumlah SPPG di Jawa Tengah saat ini baru 1.285 unit atau 39,81% dari target 3.228 unit. Jumlah SPPG yang operasional itu terdiri dari SPPG Mitra, SPPG Polri, SPPG TNI, dan SPPG Pondok Pesantren.

“Kita sudah bentuk Satgas dari tingkat Provinsi sampai kabupaten/kota. Kita gandeng seluruh mitra agar cepat terpenuhi,” kata Ahmad Luthfi melalui keterangan tertulis diterima, Selasa, 23 September 2025.

Hari ini, Ahmad Luthfi mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau SPPG Polres Semarang atau dapur umum MBG yang berada di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.

LIHAT JUGA :  Anggaran Rp 800 Juta Dikucurkan untuk Perbaikan Jalan Rusak di Karimunjawa

Terkait suplai bahan untuk menunjang progam MBG, menurut Ahmad Luthfi tak ada masalah. Sebab koperasi merah putih juga sudah diarahkan untuk menyuplai bahan untuk dapur MBG.

“Kalau itu tak ada masalah,” ujarnya.

Sementara itu, keberadaan progam MBG diyakini juga mampu memberikan dampak pada pengembangan ekonomi warga setempat.

Kepala Desa Kadirejo, Riyadi mengatakan, manfaat utama SPPG tersebut adalah memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah serta ibu hamil dan menyusui. Tahap awal ada sekitar 3.489 penerima manfaat dari target 3.997 penerima. Jumlah tersebut tersebar di SD, SMP, dan SMA yang ada di sekitar Desa Kadirejo, Giling, Jembrak, Tukang, dan Semowo.

Keberadaan SPPG di desanya juga bermanfaat secara ekonomi dan sosial. Di antaranya, warga Desa Kadirejo terserap untuk berkerja sebagai karyawan di SPPG. Dari total 50 karyawan, sekitar 80% berasal dari warga setempat.

“Itu akan meningkatkan ekonomi masyarakat Kadirejo dan sekitarnya. Banyak manfaatnya, multi effect kalau saya bilang. Di samping itu juga petani di sini semakin bergerak, hasil pertanian dan peternakan bisa diserap oleh SPPG ini,” katanya saat mendampingi kunjungan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di lokasi, Selasa, 23 September 2025.

LIHAT JUGA :  Perang Air Belasan Remaja di SPBU Batealit dan Perempatan Bergat Krapyak Jepara Saat Malam Ramadan Digagalkan, Ini Barang yang Diamankan Polisi

Riyadi menjelaskan, dari data SPPG yang baru beroperasi dua hari tersebut, rata-rata 200-250 kg beras dari petani terserap. Hal itu belum ditambahkan beberapa kebutuhan pokok lain yang juga dipasok oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kadirejo.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kunjungannya itu untuk meninjau langsung kesiapan dan operasional SPPG di Kadirejo, Pabelan, Kabupaten Semarang. Khusus di bawah jajaran Polda Jawa Tengah, saat ini kurang lebih sudah ada 73 SPPG (yang dibangun). Ke depan rencananya akan dibangun lagi sebanyak 100 SPPG yang tersebar di Polres yang ada di Jateng.

“Polri sampai saat ini sudah membangun 617 SPPG dan kita harapkan bisa melayani 2.159.500 penerima manfaat dan membuka lapangan kerja untuk 30.850 tenaga kerja. Progres pembangunan SPPG akan kita optimalkan sampai dengan akhir tahun,” katanya.

LIHAT JUGA :  MBG di Jateng Sasar 6,3 Juta Penerima, Ada Pelajar Hingga Balita

Di tengah tinjauan itu, Kapolri dan Gubernur Ahmad Luthfi juga sempat berdialog dengan sejumlah jajaran Polres. Ia menegaskan agar quality control (kendali mutu) dan food security (keamanan makanan) dipastikan dilakukan dengan baik, mulai dari proses memasak sampai distribusi sampai di sekolah.

“Pastikan sampai ke siswa dalam keadaan higienis dan siap saji. Itu menjadi penekanan kita di jajaran SPPG yang ada di naungan Mabes Polri maupun Polda jajaran,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, sacara umum jumlah SPPG di Jawa Tengah saat ini baru 1.285 unit atau 39,81% dari target 3.228 unit. Jumlah SPPG yang operasional itu terdiri dari SPPG Mitra, SPPG Polri, SPPG TNI, dan SPPG Pondok Pesantren.

“Kita sudah bentuk Satgas dari tingkat Provinsi sampai kabupaten/kota. Kita gandeng seluruh mitra agar cepat terpenuhi. Terkait suplai bahan, koperasi merah putih juga sudah diarahkan untuk menyuplai,” katanya beberapa waktu lalu. (*)