Kawasan Pecinan, Kelenteng dan Pasar Welahan Ditata, Bupati Perkuat Wisata Terintegrasi dan Ekonomi Desa

Kawasan Pecinan, Kelenteng dan Pasar Welahan Ditata, Bupati Perkuat Wisata Terintegrasi dan Ekonomi Desa
Kawasan Pecinan, Kelenteng dan Pasar Welahan Ditata, Bupati Perkuat Wisata Terintegrasi dan Ekonomi Desa

Kawasan Pecinan, Kelenteng dan Pasar Welahan Ditata, Bupati Perkuat Wisata Terintegrasi dan Ekonomi Desa

HALO JEPARA – Bupati Jepara Witiarso Utomo melaksanakan program Bupati Ngantor di Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi langsung antara bupati dengan para kepala desa se-Kecamatan Welahan untuk membahas pengembangan wilayah dan penguatan ekonomi desa.

Sejumlah aspirasi mengemuka saat kegiatan Bupati Ngantor di Desa Bugo. Mulai dari urusan jalan dan drainase, penguatan UMKM lokal hingga wisata terintegrasi di Welahan.

Salah satu yang ditata adalah area kawasan Pecinan di sekitar Pasar Welahan dan Kelenteng Hian Thian Siang Tee yang lokasinya tak jauh dari wilayah Kabupaten Demak. Hian Thian Siang Tee kerap disebut salah satu kelenteng tertua di Indonesia.

Bupati Witiarso Utomo menegaskan komitmennya untuk menggalakkan wisata terintegrasi di Kecamatan Welahan. Menurutnya dukungan dari camat dan pemerintah desa akan mempercepat pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan tersebut.

LIHAT JUGA :  Bupati Ngantor di Desa Kendengsidialit, Ungkap Potensi 300 Ribu Siswa Bisa Ubah Ekonomi Desa, Begini Rencananya

“Wisata terintegrasi di Kecamatan Welahan akan kami galakkan. Mudah-mudahan dengan bantuan camat dan seluruh pihak, program ini bisa berjalan sukses,” ungkapnya.

Untuk menunjang hal itu, rencananya juga dilakukan penanaman pohon buah di tepi jalan desa se-Kecamatan Welahan yang akan dimulai secara bertahap pada tahun depan. Program tersebut diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Nanti akan kita usulkan melalui CSR atau APBD 2027, bisa juga melalui APBD Perubahan,” tambahnya.

Terkait penataan kawasan Kelenteng Hian Thian Siang Tee dan Pasar Welahan menurut Bupati saat ini sudah dimulai dengan pembersihan area. Ia melihat kelenteng memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukatif dan budaya, khususnya untuk kegiatan outing class saat libur sekolah.

LIHAT JUGA :  HASIL Ngantor di Desa Kaliaman, Bupati Fokus Penguatan UMKM dan Peningkatan Infrastruktur

“Kelenteng ini bisa menjadi wisata yang menarik. Anak-anak dari Karanganyar dan daerah lain bisa berkunjung saat libur sekolah. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi desa-desa di Welahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Witiarso Utomo menegaskan keinginannya untuk menghidupkan kembali kawasan Pecinan Welahan sebagaimana sejarahnya di masa lalu. Menurutnya, nilai sejarah dan budaya yang kuat dapat menjadi daya tarik wisata unggulan jika dikemas dengan baik.

“Kami ingin sejarah itu diulang kembali. Pecinan yang dulu ramai, kalau bisa kita ramaikan kembali,” tegasnya.

Suasana kebersamaan tampak sejak awal kegiatan. Bahkan para kepala desa ini kompak mengenakan seragam cokelat dengan bagian punggung bertuliskan Jepara Mulus. Hal itu menjadi simbol jika kepala desa se Kecamatan Welahan mendukung progam yang dijalankan Bupati Witiarso Utomo.

LIHAT JUGA :  Batealit Jadi Sentra Peternakan Boer Asal Afrika Selatan, Bupati Serahkan 110 Ekor Kambing ke Peternak

Sementara itu, Camat Welahan Suhadi menyampaikan kegiatan Bupati Ngantor di Desa dilaksanakan secara sederhana namun sarat makna. Menurutnya, yang terpenting adalah terjalinnya komunikasi langsung antara bupati dan jajaran pemerintah desa.

“Untuk kali ini kami buat sederhana. Yang penting Pak Bupati dan para petinggi desa bisa bersilaturahmi sekaligus berdiskusi langsung,” ujar Suhadi.

Ia juga menambahkan pengembangan kelenteng sebagai salah satu objek wisata di Welahan saat ini masih dalam tahap proses dan terus dimatangkan bersama berbagai pihak.

Usai melaksanakan program ngantor di desa, Bupati Jepara melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi rumah produksi roti untir-untir di Welahan. Usaha tersebut diketahui telah memberdayakan masyarakat setempat dan produknya telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, sebagai contoh nyata penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.***