HALO JEPARA- Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan yang digelar mahasiswa BCB Unisnu Jepara menjadi momen berbagi dan peduli dengan kalangan yatim piatu, penyandang disabilitas dan anak jalanan di bulan suci Ramadhan tahun ini.
Kegiatan Pesantren 1000 Cahaya dengan tema “Indahnya Berbagi Kebaikan di Bulan yang Suci” ini diinisiasi oleh Mentor Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Khoirul Muslimin bersama mahasiswa BCB Unisnu Jepara Angkatan 1 dan 2.
Kegiatan yang digelar di Gen A Pusat Jepara ini diikuti oleh kelompok rentan seperti yatim piatu, penyandang disabilitas hingga anak jalanan.
Ketua Kegiatan Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan Dina Alifia Nisa menjelaskan kegiatan yang didukung Baznas Republik Indonesia ini bertujuan memberikan bekal bagi masyarakat kurang mampu agar siap menghadapi perubahan dan persaingan ilmu pengetahuan di masa mendatang.
“Program ini melibatkan anak yatim, anak jalanan, dan anak difabel untuk menumbuhkan rasa empati serta kepedulian sosial di kalangan mahasiswa,” ujarnya melalui keterangan tertulis diterima Rabu (26/3/2025).
Ia menambahkan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran, tetapi juga menggabungkan aspek edukasi dan sosial. Anak-anak yatim diajak untuk belajar membaca Al-Qur’an melalui pembelajaran surat-surat pendek, serta menikmati momen kebersamaan dalam buka puasa bersama.
“Melalui acara ini, diharapkan anak-anak yatim dapat memperoleh pengalaman belajar sekaligus merasakan kebersamaan dalam suasana yang penuh berkah,” tandasnya.
Acara dimulai dengan sesi perkenalan antara mahasiswa BCB dan peserta Pesantren Ramadhan. Setiap anak yatim memperkenalkan diri serta menyebutkan cita-cita mereka, yang menciptakan suasana hangat dan saling mengenal di antara peserta.
Amiyatul Musfiqoh, Mahasiswa BCB, memandu acara dengan penuh semangat, mengajak peserta untuk berpartisipasi dalam permainan edukatif.
“Teman-teman mari kita saling mengenal satu dengan yang lain, dengan menyebutkan nama dan cita-cita,” katanya.
Sementara itu, Ihsanuddin, salah satu mahasiswa BCB, memimpin permainan edukatif yang diisi dengan lagu-lagu ringan yang mengajarkan tata krama sehari-hari.
“Kalau kamu minta bilang terima kasih, kalau lewat depan rumah bilang ‘Permisi’ yang diajarkan dengan ceria dan mengundang tawa anak-anak,” ucap Ihsan sambil bernyanyi.
Selanjutnya, anak-anak yatim dibimbing oleh mahasiswa BCB untuk membaca ayat-ayat pendek Al-Qur’an, memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar lebih dalam tentang agama dan memperdalam bacaan mereka di bulan yang penuh berkah ini.
Pada sesi kultum, Khoirul Muslimin menyampaikan pesan penting mengenai kewajiban menuntut ilmu bagi setiap muslim.
“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Walaupun adik-adik punya keterbatasan biaya karena tiada orang tua, mencari ilmu tetap menjadi hal yang sangat penting, karena dengan ilmu harkat dan martabat manusia dapat terangkat,” tegas Khoirul Muslimin.
Ia juga menekankan bahwa meskipun kondisi keluarga tidak mendukung, pendidikan tetap menjadi kunci untuk meraih masa depan yang lebih baik. “Ilmu adalah cahaya yang bisa mengubah hidup, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk lingkungan sekitar,” tandasnya. (*)












