Santri di Bumi Kartini Jepara Diajari Literasi dan Jurnalistik, Belajar Kreatif Produksi Konten Digital
HALO JEPARA– Suasana Aula Pesantren Bumi Kartini pada Selasa malam terasa lebih semarak. Puluhan santri duduk berjejer rapi dengan wajah penuh antusias.
Di hadapan para peserta, Khoirul Muslimin, Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain Unisnu Jepara, dengan lugas membagikan pengalaman sekaligus ilmu tentang cara memproduksi konten digital.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Pelatihan Jurnalistik Santri 2025 yang mengusung tema “Membangun Kreativitas dan Literasi Digital Santri di Era Modern.”
Menurut Ahmad Muayyad, Ketua Panitia kegiatan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan santri dalam bidang jurnalistik serta literasi digital.
“Santri perlu dibekali teknik dasar menulis berita, feature, opini, hingga konten media sosial. Selain itu, mereka juga dilatih mengelola media informasi pesantren, baik cetak maupun digital,” ungkapnya.
Dalam sesi penyampaian materi, Khoirul Muslimin memaparkan teknik dasar produksi konten digital, khususnya pembuatan video reel yang kini tengah populer di berbagai platform media sosial.
Ia menjelaskan, hal utama dalam produksi reel adalah pemahaman angle pengambilan gambar.

“Santri perlu mengenal teknik Dolly shot, orbit shoot, panning shoot, tilt up and down, follow shot, hingga crab shot agar hasil video lebih bervariasi,” jelasnya saat menyampaikan materi dihadapam para santri Bumi Kartini Jepara, Selasa (2/9/2025).
Selain itu, Khoirul juga menekankan pentingnya teknis sederhana dalam produksi video. Durasi ideal reel, kata dia, berada di kisaran 10–19 detik dengan resolusi minimal 720p. Video juga sebaiknya dilengkapi caption dan hashtag agar lebih mudah menjangkau audiens.
Tidak hanya aspek teknis, Khoirul mengingatkan pentingnya perencanaan dalam produksi konten. Menurutnya, sebuah video reel harus dibuat berdasarkan konsep atau skenario yang jelas sehingga menghadirkan alur cerita yang menarik dan berkesan.
Ia juga menambahkan bahwa santri harus menjadi konten kreator yang positif dengan menghadirkan video bernilai edukasi maupun pesan dakwah.
Hasna Aziza Amira, salah satu peserta kegiatan, mengaku senang mengikuti pelatihan ini karena memberi manfaat besar untuk menambah pengetahuan sekaligus keterampilan dalam menulis dan membuat konten yang baik.
“Saya berharap kegiatan ini ada lanjutan dan semakin banyak materi yang disampaikan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini,” tandasnya.
Di penghujung sesi, Khoirul menyitir pesan Imam Syafi’i yang menyatakan raga akan berharga kalau ada jiwanya, jiwa akan berharga kalau ada amalnya, dan amal akan berharga kalau ada ikhlasnya.
Dari kutipan itu, ia berharap para santri Pesantren Bumi Kartini dapat memproduksi konten digital yang tidak hanya kreatif, tetapi juga bermanfaat bagi umat. (*)












