SOSOK Kiai Nurul Bisri, Dulu Belajar di Pesantren Karena Terpaksa, Kini Jadi Tokoh Agama di MUI Jepara

SOSOK Kiai Nurul Bisri, Dulu Belajar di Pesantren Karena Terpaksa, Kini Jadi Tokoh Agama di MUI Jepara
SOSOK Kiai Nurul Bisri, Dulu Belajar di Pesantren Karena Terpaksa, Kini Jadi Tokoh Agama di MUI Jepara

HALO JEPARA- Kiai Nurul Bisri asal Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara menunjukkan bahwa istiqomah dan tekun menjadi hal penting untuk meraih kesuksesan. Kiai kampung ini juga membuktikan jika ilmu bisa mengangkat derajat seseorang.

Sejak kecil Nurul Bisri memang rajin belajar. Ia belajar mengaji dari kecil, diasuh dan dibimbing oleh gurunya bernama Mbah Fatim. Ilmu dasar itu yang akhirnya menjadi bekalnya dalam menguasai bidang keagamaan.

Kiai Nurul Bisri lahir pada tahun 1966. Ia mulai belajar mengaji sejak SD dengan kyai kampung di Krasak. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan di pesantren. Meskipun awalnya, ia tidak semangat ketika hendak dimasukkan ke pondok pesantren. Sebab ia mengaku lebih tertarik melanjutkan pendidikan di sekolah umum.

LIHAT JUGA :  SOSOK Kiai Charis Rohman, Tumbuh dari Pesantren, Mengabdi untuk Umat

“Saya masuk pesantren karena tekanan orang tua. Tapi sisi lain juga dapat motivasi dari guru saya. Meski terpaksa saya ikuti juga, terlebih memang sudah memiliki bekal yaitu hafalan kitab Umriti sebelum dimasukkan di pesantren,” ujarnya.

Kehidupan awal Nurul Bisri di pesantren juga awalnya dirasa tak menyenangkan. Sebab ada banyak peraturan yang jika dilanggar ada sanksinya.

“Setelah masuk, kepala saya dibotakin. Itu yang menjadikan takut pergi dan selalu memakai kopiah saat keluar kamar,” ungkapnya.

Aturan kedisiplinan pesantren tergolong ketat. Namun ia mampu bertahan belajar ilmu agama hingga kurang lebih 10 tahun lamanya. Setelah pulang dari pesantren, ia diminta untuk mengisi pengajian idaroh oleh kalangan ibu-ibu. Karena itu juga ia mulai dikenal oleh masyarakat sekitar.

LIHAT JUGA :  Kiamat Kecil di Los Angeles, Paris Hilton, Mel Gibson dan Bintang Hollywood Melihat Rumah-rumah Hancur dalam Kobaran Api

“Saya dipercaya dan diterima dengan baik untuk mengisi kegiatan pengajian idaroh yang menjadikan ilmu saya bermanfaat bagi banyak orang,” tegasnya.

Nurul Bisri tetap setia di jalur dakwah dan pendidikan. Kiprahnya juga kian diakui. Saat ini, ia menjadi menjadi anggota Divisi Dakwah MUI jepara.

“Sebetulnya ini amanat yang berat, namun karena MUI Jepara memiliki visi dan misi untuk menjaga keutuhan ummat, maka saya terima. Walaupun berat, ini merupakan tanggung jawab saya sebagai khodimul ummat, Mudah-mudahan diberi kekuatan dan hidayah juga pertolongan dari Allah SWT untuk menjalankan tugas yang diberikan,” pungkasnya. (*)

*Maulana Ibrahim, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, UNISNU JEPARA